Sunday, July 23, 2006
Sudah mati, tak perlu dicari..
Sunday, July 16, 2006
Bdg, 14 July
Perjalanan menuju kota tercinta berlangsung selama kurang lebih tiga setengah jam, walau sempat tersendat di daerah cawang akibat banyaknya kendaraan yang berkumpul disana bagaikan semut-semut yang menemukan gula namun tidak terorganisir dengan rapi. Sekitar pukul delapan lebih, bis keluar dari mulut tol Pasirkoja menuju terminal Leuwi Panjang. Aku turun di Kopo lalu segera mencari angkutan kota yang menuju rumahku. Setibanya di rumah, diriku disambut hangat keluarga seperti tentara yang pulang dari medan pertempuran dengan selamat.
Di ruang tamu ada beberapa orang rekan atau teman dari Bapakku, rupanya malam itu ada suatu persekutuan yang selalu berlangsung dirumahku. Tak lupa, diriku pun menyapa nenek tercinta yang wajahnya memancarkan keceriaan ketika tahu diriku tiba. Segera ku salami dia agar pancaran keceriaannya semakin terang.
Rumah telah sepi, lalu aku menuju kamarku untuk menyapa komputer tercinta yang telah lama tak ku sentuh, sekedar menanyakan kabar dan memeriksa apakah dia baik-baik saja. Langsung saja aku membuat komputerku bersenandung lagu-lagu Dream Theater, Iron Maiden, Green Day hingga lewat tengah malam. Mata mulai berat untuk menahan tatapan rinduku kepada ruangan kecil yang dapat membuatku terlelap pulas. Komputer aku matikan lalu segera aku lompat ke kasur sambil menarik selimut yang telah lama kurindukan untuk digunakan.
14 Juli aku terbangun agak siang, maklum tadi malam aku terlelap agak lambat karena harus berkangen-kangenan dengan komputerku. Segera saja ku kontak teman-temanku dan kuberitahukan bahwa diriku berada di Bandung. Akhirnya aku membuat janji dengan mereka pada sore harinya di Circle K Dago deket Dago 34, sebuah tempat yang sangat kurindukan. Diriku menyempatkan berbelanja kebutuhan fashion sebelum bertemu dengan teman-teman. Beberapa distro pun aku singgahi sekedar mengetahui dan membeli barang-barang apa yang sedang trend di kota Bandung. Waktu bertemu dengan teman-teman pun hampir tiba, segera aku memberi tahu kepada mereka bahwa diriku akan segera mendekat ke lokasi pertemuan. Sengaja diriku tidak singgah dahulu kerumah agar tidak terlambat. Ketika diriku tiba di sana, beberapa orang temanku telah menungguku disana, salam hangat dan pelukan berjatuhan untuk melepas rasa rindu. Maklum kami adalah teman satu komunitas yang selalu berpikir independent. Aku menuju ke dalam Circle K
, lalu ku sambar 2 botol Heineken dan 2 bungkus roti serta sebungkus 234, tidak lupa sebungkus kacang kulit untuk melengkapi. Ku sajikan di depan teman-temanku, lalu mulai lah kami berbincang-bincang ditemani dengan beers untuk lebih menghangatkan suasana. Serasa menjadi Hooligans di Inggris saat itu.
Diriku tidak lama berada disana, karena harus segera menuju Cicaheum untuk menuju rumah teman dengan maksud mengcopy lagu-lagu Hellowen, Iron Maiden, Dream Theater dan lagu-lagu rock, metal, progressif yang ada disana untuk ku bawa jika aku kembali ke Jakarta. Malam mulai larut dan diriku bergegas untuk pamit kepada teman karena besok 15 July aku harus kembali ke Jakarta. Kutunggangi kuda beroda 2 ku lalu kupacu dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat menuju rumah.
Sesampainya dirumah, diriku langsung merebahkan diri karena seharian aku bergerak seputaran Bandung. Tulang terasa ditusuki dan badan terasa dipukuli namun semua itu sirna karena tergantikan oleh hal-hal yang kurindukan selama aku di Jakarta.
Keesokan paginya diriku merasa segar kembali setelah semalam merasakan tidur yang dipeluk hangat oleh selimutku. Udara semalam memang benar-benar dingin menusuk tulang, udara yang tak pernah kutemukan di Jakarta. Aku mulai mempersiapkan perlengkapan untuk kembali ke Jakarta. Kumasukan beberapa T-Shirt yang belum kubawa ke Jakarta dan makanan perbekalan di jalanan.
Jarum jam mulai melewati angka 12 dan aku harus kembali ke Jakarta sebelum matahari kembali ke tempatnya, belum lagi untuk mengantisipasi macetnya jalanan karena kaum urban yang bertujuan tidak jelas menurutku. Setelah berpamitan dengan ibu, adik serta nenekku, aku segera melangkahkan kaki dengan perasaan haru biru sambil berharap dapat segera kembali ke Bandung. Kota tercinta tempat aku dilahirkan dan dibesarkan. Kota dengan komunitas Independent dan pergerakan lokal yang tak pernah mati.
Aku ingin kembali lagi nanti, Tunggu aku Bandung!! Siapkan beers dan mari kita ber Rock N' Roll!!
Monday, July 03, 2006
Sekali bendera berkibar, pantang untuk diturunkan!!!!
Atas suatu pemikiran maka ku usahakan untuk menumpahkannya dalam sepiring tulisan, semoga saja aromanya tercium hingga tetangga sebelah.Berasal dari rasa gelisah dan resah ditemani keragu-raguan yang bergandengan tangan dengan sikap otokritik yang tidak pasti. Ouwww...harus dimulai darimana? membingungkan...ok!? kita mulai dari isi kepala kita! Apa isi kepala kita? Otak!! yupzz, that's rightzz!! then? apa yang mau dibicarakan? awalnya gini..kamu punya kemampuan? yup itu pasti, terus mau kamu apakan kemampuanmu itu? Dimakan? ya ga bisa lah...tonjolkan dong..perlihatkan pada dunia.. biar semua mata tertuju pada kemampuanmu jika bisa.. Lantas jika ada orang yang ingin mempengaruhinya? JANGAN!! Kamu adalah kamu, ketika suatu bentuk pemikiran masuk memberi interferensi terhadap apa yang kamu miliki sehingga apa yang kamu miliki menjadi sesuatu yang tidak orisinil, maka dirimu telah direbut..
Ingat!! Sekali bendera berkibar, pantang untuk diturunkan!!! sekali ludah terbuang pantang untuk dijilat kembali...artinya bahwa segala yang telah kita katakan atau kembangkan dalam pikiran jangan sama sekali untuk ditarik kembali...kemampuanmu harus mampu jadi berdiri tegak tanpa harus di runtuhkan kembali akibat ketidakmampuan menahan diri atas suatu interferensi pemikiran atau pemaksaan...kamu dianugrahi suatu kemampuan bukan untuk dituntun oleh orang lain..kamu diberi sayap dan terserah mau terbang atau tetap berjalan ditanah nan bau busuk...kamu bisa terbang sendiri tapi ketika ada orang yang ingin mengajakmu terbang bersamanya, kamu tidak bisa menolak dengan alasan bahwa kamu tidak mampu..terus kapan kamu bisa terbang sendiri? sayap itu telah menunggu untuk digunakan...huhhh...
Monday, June 05, 2006
My Dream Come True...
They're my dream when i had junior middle school..till now they still kickin' ass..
Great live performance, and nice gigs i think.. biggest punk party on June...but it's unlucky, i didn't bring camera...great moment was lost...
they brought almost 20 songs more..Wattie had nice act, although he's old but he had big power to make us body surfing in moshing area..
what a nice experience in my life!!
~Still Young, Still Drunk, Still Punk~
Friday, June 02, 2006
Membakar Jakarta
I can't find many stuff like at Bandung. I can't hanging out..like foreign shit...
Monday, May 08, 2006
Untuk kebebasan aku menulis
Tulisan ini terinspirasi ketika titik jenuh menuju titik klimaks dan sulit untuk dimuntahkan dalam bentuk apapun kecuali dalam bentuk tulisan.
Kebebasan sering diartikan suatu keadaan dimana kita tidak terikat oleh suatu hal pun, atau mungkin juga kita bebas menentukan haluan kita, pandangan kita, isi hati kita. Kebebasan berasal dari kata bebas (kata sifat) yang berimbuhan ke- dan -an sehingga dapat bertransformasi menjadi kata benda. (teuing ah pokonamah ieu nu urang ngarti euy..). Ketika kita bayangkan sebagai suatu kata benda mungkin ini terasa tidak enakeun di kuping -teuing beuneur, teuing hanteu-.yah pokonya mah bebas lah!!Kamu juga punya hak untuk memikirkan definisi yang tepat untuk kata "kebebasan".
Kemudian apa yang kita cari menjadi suatu alasan bahwa kita mempunyai hak untuk bebas. Sulit dimengerti sulit pula dipahami makna dari kebebasan. Ketika kita melangkah keluar dari rumah, kita merasakan suatu kebebasan berada jauh dari orang tua, atas alasan tersebut terkadang kita akan memanfaatkannya untuk melakukan apa yang ingin kita lakukan. secara tidak sadar kebebasan juga masih jauh dari mengikat, kita bebas dari orang tua tapi kembali lagi terikat oleh diri kita sendiri. Persepsi atas terjajahnya kita oleh pemikiran diri serta apa yang disebut dengan kata hati sering kali terkoyak dikala kita melihat suatu esensi yang memihak kepada kita. Saya juga lieur ketika harus mengorbankan salah satu dari kebebasan seperti ilustrasi tersebut. Jadi sebenarnya kebebasan itu tidak ada!! Karena kita manusia mempunyai ego, mempunyai keinginan kuat dan mempunyai pandangan berbeda terhadap sesuatu yang menyenangkan atau menguntungkan bagi diri kita. Apapun yang ada dikepalamu adalah cairan yang harus ditumpahkan ketika tanah mulai mengering dan butuh hujan agar tidak dehidrasi.
Berdiri diatas kapal yang bernama kebebasan tidak selalu menyenangkan. Kebebasan harus diperjuangkan, dipertahankan dan kalo perlu sih ditikamkan kepada musuh kita agar dia mati untuk bertindak, betul tidak?
Ketika kita berpikir apa yang kita cari, disitu sebenarnya kita menemukan bahwa diri kita sedang terikat oleh apa yang disebut keinginan diri. Dalam implementasinya terkadang pula kita hanya berpikir apa yang kita cari tanpa sadar.
Tanpa akhir yang jelas, tulisan ini hanyalah satuan terkecil yang tersangkut di dalam belantara maya yang maha besar. Berharap dapat pula tertinggal didalam kepalamu walau sekedar sepah tak berguna.
~Salam Kebebasan dari St. Yafet~