Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Wednesday, January 12, 2011

Berbagi Filosofi Pelangi

Hujan deras semalam rupanya belum benar-benar reda dan masih menyisakan gerimis tampaknya. Ruangan ini dingin sekali dan aku masih belum berpakaian didalam selimut tebal. Rasa lelah dari pertempuran semalam dengan Sonya masih terasa, kelopak mataku masih enggan untuk terbuka melihat sorotan mentari pagi yang menembus ke dalam ruangan tidur ini. Sayup-sayup terdengar lagu Nouvelle Vague dari speaker kecil di ujung ruangan yang lain. Tampaknya Sonya membuatkan suasana nyaman dirumahnya untuk menyenangkan aku dan sedikit melupakan permasalahan hidupku. Aroma teh hangat mulai masuk ke lubang hidungku, Sonya membuatkanku secangkir teh hangat dan menaruhnya di meja sebelah tempat tidur. Ku sentuh dan terasa masih begitu hangat baru saja dibuat sepertinya. Aku melihat siluet Sonya di kaca jendela depan, dia sedang menikmati rokok di balkon tampaknya. Kupaksakan untuk beranjak dari tempat tidur, kuraih piyama yang ada di kursi sofa untuk menutupi ketelanjanganku. Kemudian ku ambil teh hangat yang ada di meja samping tempat tidur dan menghampiri sobatku Sonya yang sedang menikmati pagi di balkon.


"Hey! Sudah bangun ternyata" ujarku sambil membelai kepalanya. "Hehehe.. iya sudah daritadi say" jawab Sonya sambil tersenyum. "Ayo duduk, kita nikmati udara pagi ini sambil menyeruput teh manis buatanku" Sonya menyuruhku untuk duduk di kursi sebelahnya. Aku pun menuruti perintahnya sambil mengucek-ngucek mataku yang belum benar-benar sempurna terbuka. "Buka matamu dan lihat pelangi di atas bukit itu, indah banget ya?" kata Sonya. "Iya, seindah kamu deh, warna-warni gitu.. hehehe" Ujarku.

Pelangi tercipta akibat cahaya yang terbiaskan oleh titik air di udara dan biasanya selalu dapat terlihat selepas hujan. Fenomena optik tersebut menghasilkan spektrum cahaya dari matahari yang bersinar ketika hujan turun. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, indigo dan ungu adalah urutan warna dari lengkung yang paling luar ke lengkung paling dalam.

Sonya mulai berkata-kata "Pelangi pada akhirnya akan datang setelah hujan badai, ketika langit terlihat sangat suram dengan awan mendung dan angin kencangnya, dia akan menjadi penetralisir rasa takutmu setelah cuaca buruk. Seburuk apapun permasalahan hidup kamu, sesulit apapun jalan hidup yang kamu lalui, yakinlah bahwa pada akhirnya kita akan menemui sesuatu yang indah, itulah hikmat dari suatu hal buruk seperti halnya pelangi setelah hujan badai. Waktu kamu merasa terpukul dengan badai hidupmu dan kamu dipenuhi rasa galau, keragu-raguan & kecemasan, ingatlah selalu bahwa pelangi dari Tuhan akan datang. Tuhan akan menuntunmu melalui berbagai macam badai, Dia akan menyertai kamu melewati segala permasalahanmu apapun bentuknya.". Sonya menghisap rokoknya dan meniupkan asapnya ke atas sambil melanjutkan kata-katanya. "Pelangi dapat terlihat, namun sebenarnya itu adalah ilusi optik saja. Namun yang terpenting, tidak ada yang disembunyikan oleh pelangi. Dia tidak bisa tercipta oleh dirinya sendiri, disana harus ada cahaya dan titik-titik air di udara, dengan kata lain, pelangi dalam hidupmu pun bisa tercipta karena ada sahabat atau orang-orang disekitarmu. Percayalah bahwa kamu tidak sendiri untuk menciptakan pelangimu sendiri, namun selalu ada yang membantumu untuk membuat indah hidupmu."


 "Aku mengerti say, kamu adalah salah satu mentariku yang membantu menciptakan pelangi untukku. Kamu seorang sahabat tanpa batasan yang sudah kuanggap seperti istriku." ujarku sambil melihat pelangi yang sudah mulai menghilang di ujung bukit, sementara Sonya menyeruput kembali tehnya yang mulai dingin. "Kita bisa sama-sama membantu menciptakan pelangi untukku dan untukmu" kata Sonya. Aku pun mengucapkan terima kasih pada Sonya atas cerita inspirasional tentang pelangi di pagi nan indah tersebut.


Rupanya hujan semalam belum puas membasahi tanah, dia kembali lagi menuju bumi untuk menyelimuti pagi aku dan Sonya dengan udara dingin. Teh dalam cangkir tersisa sedikit lagi dan beberapa puntung rokok telah sukses dihisap. Kami berdua memutuskan untuk masuk kembali dan menutup pintu balkon agar udara dingin tidak masuk ke kamar. Karena tetap terasa dingin akibat hujan deras diluar, aku dan Sonya saling menghangatkan dengan tubuh untuk menciptakan pelangi dihamparan surga dunia.


Playlists: Owl City - Rainbow Veins; Lykke Li - Possibility; Jason Mraz - I'm Yours; Joe Strummer - Comma Girl; Regina Spektor - Hero; New Order - True Faith; The Fray - How To Save A Life

Short.Fiction.Story | Yafet011111

Continue Reading...

Wednesday, March 31, 2010

Aku Masih Mencintainya..

Kucoba cahayai ruang jiwa ini terus berharap dan terangi
Kucoba sembunyikan suara hati terus menampik dan berlari
Kutenggelam dalam kelam dan menjauh tanpa bayang
Kucoba menelan luka yang tak kunjung usai
Teriakan namamu dikesunyian hatiku
Meraba, merangkul suryamu dikehangatan jiwamu -- Burgerkill



Tidak hanya cerita sendiri terbuai sepi, tetapi merupakan suatu ungkapan perasaan yang selalu terpendam dalam hati yang paling dalam dan kelam. Ketika Aku ingin sekali mengungkapkan perasaan ini, Aku merasa kesulitan, Aku tidak bisa menjangkaunya lagi, Aku tidak bisa menyapanya lagi, dan yang paling sial adalah Aku sudah tidak mengenalnya lagi.

Selalu ingat pertemuan-pertemuan berduaan dengan dirinya hingga kini, terkadang ingin selalu kembali ke masa lalu ketika kita masih bisa saling berbagi cerita dan derita sekitar kita, bahkan hingga perasaan Aku kepadanya dan juga sebaliknya. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa apa yang pernah dialami masa lampau masih jelas Aku rasakan sampai saat ini, bahkan Aku selalu resah dan gelisah dibayangi rasa-rasa rindu yang membayangi setiap waktu.

Kamulah yang tercantik didalam hidupku, wanita paling sempurna yang pernah Aku temukan dan Aku kenal. Perasaan cinta ini tak bisa hilang, bahkan setelah rentang waktu yang cukup lama. Senyummu indah sekali, matamu indah sekali, parasmu indah sekali, bahasa tubuhmu pun demikian tak kalah indahnya. Selalu terbayang-bayang melintasi pikiranku kapanpun aku berpikir. Selama aku melihat gambar dirimu, selalu saja rasa rindu ini menggebu-gebu untuk bertemu merangkaikan hasrat cinta yang begitu padu antara aku dan kamu.

Jika ada kesempatan untuk yang kesekian kalinya Aku bisa menyentuhmu, mungkin itu merupakan suatu anugerah yang sangat luar biasa untukku. Jika ada waktu sedikit saja untuk Aku bisa melihat senyummu langsung dengan mataku, mungkin itu merupakan penglihatan terindah untukku. Jika kau milikku untuk selamanya, maka itulah mimpi yang menjadi kenyataan bagiku. Dan jika diijinkan untuk mencintaimu lagi, mungkin itulah kesempurnaan hidup bagiku selama ada didunia ini.

Kita tak mungkin bisa bersama lagi, kita tak mungkin saling mencintai lagi. Tetapi hatiku masih menyimpan rasa cinta yang sangat-sangat mendalam kepadamu. Tak pernah sirna sedikitpun dan akan terus berkobar seperti api abadi. Doaku untuk keselamatan dan kesuksesan dirimu tidak akan pernah padam. Kamulah malaikatku yang tak akan pernah aku lihat dan sentuh lagi, namun selalu aku cintai. Walau rasa galau ini semakin menjadi-jadi, tetapi akan terus kunikmati hingga akhirnya mimpi-mimpiku terpenuhi dan ruang-ruang hatiku terisi sesosok makhluk seperti dirimu. Hari ini, esok dan selamanya, aku akan selalu mencintaimu. Sampai bertemu diatas sana wahai kekasihku, aku masih mencintaimu..


-31032010-
( Playlist: Burgerkill - Tiga Titik Hitam, Nouvelle Vague - Ever Fallen in Love, Ludovico Einaudi - Fuori dal mondo, DeVotcKa - You Love Me, Alone At Last - Last Valentine Song )
Continue Reading...

Friday, January 01, 2010

Saya Kira 2009 Sudah Layak Selesai


Embun di daun-daun talas masih betah menetap paska terror hujan kemarin sore, juga matahari masih terlalu dini untuk menyinari pagi-pagi terdingin di penghujung tahun, hanya sisa-sisa bintang saja yang masih perkasa berlaksa-laksa banyaknya diangkasa dini hari ini...

365 hari dilewati dengan sempurna lengkap dengan suka dan dukanya, senang dan sedihnya, sehat dan sakitnya, besar dan kecilnya elemen-elemen dasar kehidupan saya. Langkah pertama bertanggal 1 dirasa baru kemarin saja dan langkah terakhir bernomor 31 hampir punah terlewati, yup! Satu tahun kawan!
Sepertinya saat akan tidur tadi adalah tahun baru dan ketika tidur saya bermimpi kehidupannya hingga akhirnya saya terbangun menemukan jiwa raga telah terkapar di penghujung tahun yang lebih baru lagi.
Hari-hari dalam mimpi di isi cerita-cerita takdir bahwa begitulah seharusnya saya hidup dalam jeratan narasi kehidupan karya Tuhan. Setiap bab-nya tersegmentasi menjadi yang sedih, senang, perih dan terkadang merasa menang..
Kepala plontos mengawali tahun ini dan terus menerus sepanjang 52 minggu hingga berlanjut ke tahun berikutnya. Sukses menempelkan karakter dengan tipikal wajah gundul dan berjenggot panjang, ibarat Kerry King dari Slayer. Rumah Sakit pernah menjadi saksi bisu selama 2 minggu saya terkapar dibuai bronchitis akibat dinginnya ruang server dan paru-paru dilubangi tragedi dari nikotin dan polusi ibukota. Uang yang seharusnya saya gunakan untuk modal mobilitas atau dengan kata lain bisa berubah wujud menjadi tunggangan beroda dua, ludes untuk ditukarkan dengan menginap selama 10 hari 9 malam berfasilitas infus, suntikan obat-obatan, pil pahit dan sentuhan hangat malaikat-malaikat penolong bernama suster. Suatu awal yang buruk bukan??
Selang tiga hari sejak bangkit dari cengkeraman kondisi tubuh terinfus, saya langsung dihajar oleh hentakan keras musik metal core ala Lamb of God. Bukan hanya itu point pentingnya, baru kali itu saja saya menonton konser di wilayah tribun, dengan alasan masih belum fit-nya kondisi tubuh, karena biasanya juga saya paling giat merazia setiap jengkal moshing pit, berputar, melompat dan membaringkan tubuh diatas para manusia lain. Tidak berhenti sampai disitu saja, kecanduan saya akan konser memaksa saya untuk menyambangi setiap arena dimana sekelompok orang yang berfusi menjadi sebuah band menampilkan kepiawaiannya menciptakan nada-nada keras, yang saya ingat ada Mr. Big, Secondhand Serenade dan entah musisi luar negeri siapa lagi yang saya lihat tahun ini. Terakhir, sekitar dua minggu kemarin, saya sukses menghadiri konser Total Chaos di Bandung, dan tercatat sebagai band asing terakhir di tahun 2009 yang saya lihat. Belum lagi event-event lokal yang saya hadiri, seperti Bandung DeathFest 4 contohnya. Lagi-lagi selalu ada alasan untuk merobek-robek uang menjadi pecahan-pecahan kepuasan dan kesenangan, mulai dari tontonan hingga yang dipertontonkan.
Pekerjaan yang hasilnya diproyeksikan untuk menyokong pendanaan pencarian kesenangan pun tidak lebih baik dari tahun sebelumnya. Hanya segelintir project kecil terbilang cemen yang berhasil diselesaikan, dan kesemuanya pun adalah nothing buat saya. Hanya sedikit sekali yang bisa dikonversikan menjadi skill pribadi dan pengetahuan penunjang pendulang uang. Untuk yang diluar pekerjaan kantor pun lumayan untuk memapankan uang jajan. Tercatat ada beberapa website yang berhasil dibuat dan memberikan kontribusi uang tambahan yang begitu membuat tangan gatal untuk menukarkannya dengan barang dalam setahun ke belakang. Selain itu juga, Laptop sebagai perpanjangan tangan dalam pekerjaan sempat mati suri selama beberapa hari meminta organ tubuhnya yang terbakar diganti, untungnya gratis kawan!
Satu hal lagi yang saya ingat juga adalah ketika saya harus berhadapan dengan sekitar tigapuluhan orang beringas mengatasnamakan sepakbola di tahun ini. Secara tidak langsung saya sudah dekat dengan maut. Pukulan telak ke arah wajah seolah wajar hanya karena saya menggunakan kaos tim sepakbola kesayangan saya dihadapan para supporter monyet yang beraninya gotong-royong menghabisi musuhnya. Kejadian tersebut membuat saya begitu dendam dan selalu ingin membalas.
Sisa cerita paling tidak penting dari tahun ini adalah saya menyisakan satu alat komunikasi dan mengganti yang lama dengan yang baru alias ganti HP. Senasib dengan tunggangan roda dua yang baru juga, yang akhirnya eksis dan siap melayani saya melacuri jalanan kota Bandung..
Tidak lebih dari 24 jam ke depan, semua cerita diatas akan menjadi cerita usang tahun lalu dan bersambung dengan cerita lain ditahun yang baru dengan alur cerita yang lebih menarik, padahal buat saya biasa saja..

Semoga saja, semua mimpi-mimpi pagi ini seindah kenyataan 365 hari ke depan..


Yafet St.
Bdg311209
Continue Reading...

Thursday, May 07, 2009

Persinggungan Derita dan Cinta Magna

"Why go home...?
She seems to be stronger,
but what they want her to be is weak
She could play pretend, she could join the game, boy!
She could be another clone" -- Pearl Jam




Seorang teman lama beberapa hari yang lalu secara tidak sengaja saya temui di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan. Seseorang yang dulu ketika saya masih tinggal diBandung dikenal sebagai seseorang yang sangat bersahabat, sangat mudah diingat perangainya ketika ada salah seorang sahabatnya dilukai. Magna adalah wanita yang hebat, bersahabat dekat dengan orang-orang disekitarnya termasuk saya. Setelah tenggat waktu yang cukup lama tidak bertemu dengannya, Magna berubah dari seorang wanita yang ceria dan mudah akrab dengan siapa saja yang baru ditemuinya menjadi seorang Magna yang murung, tatapannya kosong, pembicaraannya seperti menyimpan bentangan rahasia yang sangat tidak mungkin diketahui lawan bicaranya. Saya sempat ragu-ragu untuk menyapanya, namun saya ingat pada luka gores di lengan sebelah kirinya yang membekas sampai sekarang dan membekas pula dalam ingatan saya dan juga sebuah tattoo tribal pada betis sebelah kanannya berukuran sekitar 15 sentimeter. Saya ingat itu semua, karena saya melihat saat penempatan tanda-tanda itu pada bagian tubuhnya yang diiringi dengan cerita mengapa Magna ingin memiliki tattoo tersebut dan cerita pendek tentang luka gores yang Magna ceritakan dengan humor.

"Magna??" saya berkata sambil menyodorkan tangan sebagai tanda untuk membangun kembali komunikasi dengannya. Dia terheran-heran lalu membalas memanggil nama saya dan saya balas dengan anggukan. Dia tersenyum seolah menemukan catatan lama yang telah hilang dan dicari-cari kembali karena isi catatannya tersebut begitu penting. Lantas setelah sedikit berbasa-basi, kami berdua, beralih ke sebuah kios disekitar situ sambil duduk-duduk dan menikmati minuman botol dingin. Jakarta begitu panas membakar, membuat kami kegerahan. Panjang lebar kami berbagi cerita yang hilang selama kami tidak saling bertemu dalam rentang waktu sekitar 6 tahun. Ada suatu perasaan penasaran dalam diri saya, mengapa Magna yang ada dihadapan saya sangatlah berbeda dengan Magna yang dulu. Magna yang dulu hidup senang, selalu ceria dan tak pernah berpikir dengan kesusahan-kesusahan seolah tak peduli bahwa kesulitan itu ada. Sedikit demi sedikit dia mulai mau menceritakannya, mengapa Magna seperti sekarang. Dia diusir keluarganya dan sempat hidup dijalanan, bagi saya adalah tidak pantas untuk seorang wanita cantik seperti Magna hidup dijalan. Hanya karena memilih berkeyakinan sendiri dan mau merubah jalan hidupnya, dia diusir dan dianggap tidak pernah ada dalam keluarganya. Cerita tragis yang memang nyata dan sangat sulit diterima bagi saya dan mungkin bagi beberapa orang teman-temannya. Magna berpacaran dengan seorang pria yang memiliki keyakinan yang berbeda dengan dirinya dan keluarganya. Sampai akhirnya Magna lebih memilih Pacarnya ketimbang keluarganya sendiri, karena dia begitu mencintai pria tersebut hingga dia diusir dari hubungan kerabat kandungnya.

Saya kira dulu keluarga Magna adalah keluarga yang cukup memberi kebebasan bagi anaknya. Hubungan Anak dan orang tua hancur hanya karena si anak mau memilih jalan sendiri. Memang maksud kedua orang yang menjadi cikal bakal Magna tentang keyakinan adalah baik, mereka menginginkan anaknya agar dapat tumbuh dewasa besar dan berkeluarga sesuai dengan pikirannya, sebuah jebakan stereotip yang sangat-sangat dipaksakan pada pemikiran anak muda sekarang. Seolah teguh hati, Magna akhirnya lebih memilih pada kata hatinya sendiri dan mengikuti pacarnya. Pada pertemuan tersebut, Magna menceritakan kepedihannya, saya sangat miris mendengarnya. Ketika saya melihat wajahnya, saya seperti menemukan jiwanya yang sudah tidak sempurna karena digerogoti masalah hidup. Antara pilihan dan takdir. Antara kehidupan dan kebenaran. Mana yang seharusnya Magna pilih dan lalui. Pemikiran manusia modern hampir tidak ada bedanya dengan pola pikir manusia-manusia lama, begitu juga kultur budaya negeri ini begitu kuat mengakar dan tertanam dalam turun temurun. Pastinya si anak harus tunduk kepada orang tua dan orang tua memiliki hak penuh atas pemilihan jalan si anak, ditambah lagi jika anak tersebut adalah seorang perempuan yang hidupnya seperti telah terkunci oleh batasan-batasan orang tua dan lelaki. Kasih sayang orang tua kadang justru yang paling tidak patut untuk dilawan demi keluar dari kekangan yang mengunci jalan hidupnya menuju suatu kebebasan. Apakah arti kebebasan jika karenanya membuat hati orang tua yang mengasihi dan menyayangi menjadi menderita juga? bukankah itu hanya perpindahan derita juga?
Magna tak kurang menderita daripada perempuan-perempuan lain yang hidup dibawah penindasan aturan-aturan norma dan budaya. Penderitaan disini bukan sebagai gagasan, hanya sebagai akibat. Akibat memilih antara yang terbaik untuk diri sendiri atau terbaik untuk orang lain. Akan tetapi dimana ada derita, maka disana pun akan ada suka, suka karena bisa mengikuti kata hati dan keinginan diri tetapi terlingkup derita karena rasa bersalah yang sangat dalam atau derita karena rasa tidak sependapat dengan orang tua. Memang orang tidak akan merasakan penderitaan Magna jika tidak mengerti atau tidak mengetahuinya, termasuk juga orangtuanya sendiri. Begitu mengerti maka orang-orang disekitar Magna akan sangat menderita karena tidak bisa berbuat sesuatu.

Hingga saat ini Magna masih menjalani kisah kehidupan suami istri dengan bahagia bersama seorang lelaki yang tidak disetujui oleh kalangan keluarganya sendiri. Dia terus-menerus berpikir, apakah dia bersalah karena memilih jalan hidupnya sendiri sehingga harus menderita demi rasa sukacita dengan suaminya. Perang batin ini akan terus bergejolak hingga datangnya Deux ex machina (Tuhan dari mekanisme) dengan kata lain Magna harus menunggu suatu kekuatan atau kejadian yang datang secara tak terduga datang menyelamatkannya dari puncak kesulitan. Tapi saya yakin bahwa Magna adalah perempuan yang kuat dan yakin akan pilihannya, bahkan mampu untuk membunuh setiap rasa derita yang terus mengikuti kehidupannya. She's a rebel!


NB: semuanya hanya karangan fiktif, bila ada kemiripan tokoh dan cerita mohon maaf -- Yafet awal 2009
Continue Reading...

Sunday, January 25, 2009

Sebelum Tidur Part 3


Ada 1, kemudian 2, dan akhirnya kutuliskan yang ke 3. Entah apa yang harus aku tulis disini,aku terbingung-bingung. Beberapa hari belakangan tak ada moment fenomenal yang aku kira layak untuk diceritakan disini. Mungkin fenomena Blackberry yg mendemami orang-orang cukup menjadi hal baru yang digandrungi. Aku sempat merasa aneh, ada orang yang beli BB cm biar keliatan mengikuti tren, yang lebih parah ada yang beli BB cuma buat chatting saja atau melototin Facebook. Absurb ya? dikala beberapa negara dilanda krisis, lantas orang-orang berusaha mempertahankan remah-remah terkunyah deretan gigi, di Indonesia malah menyia-nyiakan lembaran uang untuk sekedar mengikuti lifestyle.
Tadi juga aku membaca disebuah surat kabar nasional bahwa BB juga begitu disukai Presiden Amerika yang baru dilantik Barrack Obama,hanya saja karena faktor keamanan, penggunaannya dibatasi. ya semoga saja epidemi BB tidak menurun ke kalangan bawah.
Ada lagi info menarik yang baru saja aku dengar berhubungan dengan meledaknya depo Pertamina di Plumpang, yaitu bahwa insiden tersebut memang disengaja terjadi untuk tujuan Stress Test saja, alasannya karena saat ini harga minyak dunia sedang turun, kemudian memang tangki yang menjadi target meledak telah ditentukan dan juga isinya tidak full. Kira-kira masuk akal ga? Bisa jadi sih, untuk alasan kesiapan system mereka.

Dini hari pun telah semakin nyata, aku belum terkantuk sedikit pun. Beberapa lembar tulisan pada buku itu pun telah aku telusuri untuk sekedar melelahkan mata,namun kurang ampuh!
Hingga akhirnya aku meneruskan sekuel 'Sebelum Tidur' ini dan berharap dapat menceritakan sedikit cerita tak bermakna. Aku pun memejamkan mata dan mulai membangun mimpi dalam khayalan dikepalaku.
Selamat malam dan tetap semangat!

*ditulis dengan harapan dapat terlelap dengan tenang dan damai*
Continue Reading...

Wednesday, October 22, 2008

Membangun Surga diatas Puing-puing neraka


Tiba-tiba saja aku berada disebuah tempat yang belum pernah kudatangi. Aku berada dialam imajinasi akhirat, tempat bercahaya redup berwarna merah menyala mencekam, disana juga aku melihat orang-orang dengan tubuh yang tidak sempurna terpotong-potong dengan bercak-bercak darah melimpah tapi tetap bergerak-gerak seperti orang hidup sempurna. Teriakan dan rintihan kesakitan menyertai dunia itu, ah dunia itu menyerupai neraka, ketidak nyamanan laknat membuatku semakin gerah ingin keluar dari imajinasi neraka ini. Kemudian aku melihat sekelompok makhluk yang kepalanya ditutupi oleh semacam kain sehingga tidak jelas bagaimana wajah mereka, apakah mereka manusia atau bukan. Ada sekitar 50-an jumlah makhluk itu, mereka semua terapung dan tidak menapak pada dasar tanah. Aku juga melihat tangan-tangan mereka membawa potongan-potongan tubuh, benda-benda semacam jimat, cawan-cawan penuh darah dan juga ada yang membawa tombak-tombak berlumuran darah. Ada tonjolan semacam tanduk tapi tidak terlalu besar terlihat menonjol dibalik kain penutup kepala mereka. Warna hitam pekat pakaian mereka beserta kobaran api kecil berada diatas kepala mereka, dan setiap orang yang dilintasi makhluk tersebut langsung menjerit histeris seraya menikmati siksaan paling menyiksa. Ada satu yang bertubuh paling besar, aku kira dia adalah pemimpinnya, dia begitu tenang dan yang lainnya seolah diperintah dengan perasaan si pemimpin tersebut untuk memberikan siksaan paling menyakitkan. Tak kusangka makhluk-makhluk itu adalah bagian dari siksa yang menghampiri hampir setiap manusia yang ada didunia tersebut.

Lalu aku melihat kesisi lain, disana ada seorang anak yang membawa potongan tangannya sambil menangis, darahnya menetes kemana-mana. Aku mendekati anak itu lalu bertanya "apa yang terjadi dengan tanganmu adik kecil??" sambil tersedu-sedu dia menimpali pertanyaanku sambil sesekali merintih, katanya "selama aku hidup, aku mencuri beberapa kali, karena aku harus makan dan hidup, orang tuaku berpisah dan tak mempedulikan diriku, sedangkan aku hanyalah seorang anak kecil yang belum diterima dimana-mana untuk mencari makan. Aku hidup sendirian dan terkadang mendapatkan perlakuan tidak layak dari orang dewasa. Saat terakhir mencuri, aku terbunuh, mereka memotong tanganku dan tak ada yang membantuku untuk menghentikan aliran darah ini sehingga aku mati kehabisan darah"
Ah sayangnya aku bukan Tuhan, andai aku Tuhan mungkin aku tak akan membuatmu menderita seperti itu didunia...

Aku terperangah karena ada seorang paruh baya berteriak-teriak dari kejauhan, perutnya ditusuk oleh bongkahan batu tajam oleh beberapa makhluk-makhluk tadi dengan tawa-tawa cekikikan rasa puas, ususnya teruray, isi perutnya berantakan, darahnya bersimbah membasahi, matanya terbelalak menahan rasa sakit yang sangat luar biasa. Dia berteriak "aku ingin mati saja", namun sayang, dia sudah berada didunia kematian, walaupun tubuhnya terpisah-pisah dia akan tetap merasakannya, sakit yang sangat sakit. Aku tak berani mendekat, kukira cukup kulihat dari sini tempatku berdiri saja, aku tak tahan melihatnya, rasa mual melihat isi perutnya mulai menyapaku, memaksaku untuk memuntahkan isi perut melalui mulut.

Lantas aku memalingkan muka dari pemandangan mengerikan tersebut. Tapi aku mendapatkan pemandangan lain lagi dan setiap pojokan dunia tersebut aku pasti melihat kejanggalan perbuatan dan jeritan-jeritan penyiksaan tubuh juga rasa sakit. ..aah kukira mereka terlalu serius menjalani siksaan-siksaan tersebut, kenapa mereka tidak mencoba kabur ke tempat yang terang dan penuh rasa bahagia. Atau mereka terlalu bodoh untuk membangun Surga diantara puing-puing Neraka.

BEBASKAN AKU DARI IMAJINASI INI SEGERA!!


-[St. Yafet Pemadam Api Neraka]-

Continue Reading...

Tuesday, October 14, 2008

Hidupku tinggal 6 bulan


Mungkin cukup mengejutkan kalian teman, dan seharusnya tak perlu aku ceritakan. Tapi aku pikir hal ini perlu kalian ketahui, sehingga nanti ketika aku telah tiada kalian tidak menyesal atau belum terlambat untuk berbagi segala sesuatu yang indah bersamaku didunia ini. Momen-momen indah sebelum kepergianku harus terjadi dan tidak layak untuk disimpan menjadi mimpi-mimpi yang tidak pernah jadi kenyataan. Vonis hidup yang tinggal dalam hitungan bulan ini membuatku tertekan sekaligus menyudutkan diriku untuk berpikir keras tentang rencana dan perbuatan apa yang harus aku lakukan dalam interval yang terlalu pendek ini. Ada rencana negatif dan positif, tetapi aku berpikir lebih baik aku berbuat yang terbaik sehingga aku bisa meninggalkan kebahagiaan bagi teman-teman. Segala yang aku lakukan selama hidupku didunia ini dirasakan belum cukup berguna bagi orang-orang disekitarku, aku hanyalah sempalan kecil dari bagian kehidupan orang-orang itu dan nyaris tak berguna. Coba bayangkan apa yang ada dalam benak kalian jika kalian berada pada posisi yang sama seperti seorang kriminal yang mendapatkan hukuman mati dan selama sisa hidupnya dia berada dibalik jeruji tanpa bisa melihat dunia diluar penjara sampai eksekusi mati benar-benar dilakukan dan malaikat pencabut nyawa benar-benar berkata "ya" untuk memisahkan jiwa dan raganya. Aku tidak ingin seperti seorang kriminal itu, menunggu ajal dibalik teralis tanpa hal yang berguna. Selama ini penyakit kronis yang perlahan menggerogoti tubuh ini seolah menjadi rahasia pahit yang tersimpan rapi dalam lamunanku. Pelan tapi pasti semua perkiraan medis tersebut membuatku terkadang merasa didera keresahan yang sangat luar biasa. Kepulan asap rokok tak pernah kupedulikan keluar masuk paru-paruku untuk membantu mempercepat kematianku, karena ketika aku mulai merasa tertekan, rokoklah teman pelampiasanku. Aku takut jika teman-temanku yang lain merasakan kehilangan. Aku merasa mengkhianati dengan tanpa memberitahukan orang-orang disekitarku, karena aku takut kalian akan kecewa atau mungkin aroma persahabatan tidak benar-benar terasa. Serupa bom waktu yang siap-siap meledak, penyakit ini pun terus menghantuiku menuju kematian. Jika aku terus memikirkannya sendirian, aku merasa tidak sanggup, aku merasa hidup ini hampa ditemani kepastian jadwal dimana suatu saat nanti aku benar-benar meninggalkan dunia ini, dimana suatu hari nanti aku benar-benar menyudahi keceriaan bersama orang-orang disekitarku. Terkadang aku ingin menangis, mengapa hidupku ini harus berjalan teramat singkat, mengapa semua mimpi-mimpi yang kubangun semenjak aku belum terbangun harus terganggu dengan vonis pasti kematian. Rahasia ini terlalu menyakitkan dan diluar batas kemampuanku untuk menjaganya, sedangkan aku hanya ingin agar aku bisa terus bernafas, bermain, bersendagurau, berinteraksi dengan manusia-manusia disekitarku.

Sebelum aku benar-benar telah tiada, aku ingin menyapa kalian, aku ingin berbagi senyuman dengan kalian, aku ingin menuntaskan harapan-harapan yang pernah kita bangun diantara puing-puing kegagalan, aku ingin menyempurnakan nazar-nazar yang pernah kita ungkapkan, aku ingin menghancurkan asumsi-asumsi negatif diantara kita, aku ingin memohon maaf atas ketidakmampuanku menjaga ekspektasi sesuai dengan apa yang kalian harapkan. Semoga dengan kata-kata ini aku benar-benar bisa meninggalkan dunia ini dengan sempurna dan tenang. Semua yang aku tulis disini adalah terlalu pendek untuk menggambarkan seluruh keinginan dan harapanku. Disini aku tidak menyalahkan Tuhanku yang membuat garis hidupku terlalu pendek, tidak pula aku ingin menghakimiNya atas semua ujian-ujian hidup serta segala permasalahan yang menghinggapi diriku selama aku hidup, Justru sebaliknya aku bersyukur kepada Tuhan atas keindahan dan kesempurnaan yang telah Dia berikan dalam hidupku ini sehingga membangun kedewasaan berpikirku dalam bertingkah dan melangkah serta menghargai hidup yang telah diberikan.

Terima kasih Tuhan atas kesempatan hidup ini, terima kasih ibu dan bapak yang telah menjadi perantara kedatanganku ke dunia ini, terima kasih untuk orang tersayang yang selalu mewarnai hati ini, terima kasih teman telah menyertai dalam hidup ini, terimakasih dunia dan segala isinya yang maha sempurna, terima kasih segala aktifitas dan kesibukan yang membuatku lupa akan kesedihan, terima kasih penyakit yang membuatku memiliki sejuta rasa syukur atas kesehatan yang pernah aku miliki. Sejumput doa kalian adalah hamparan padang rumput yang memberi keindahan hidupku dan suntikan semangat kalian adalah sebagai teman dari selang infus yang membuatku tetap hidup penuh gairah. Semoga hidup kalian tetap diberkati Tuhan. Maaf teman, aku harus mengakhiri semua ini terlalu dini.

*aku yafet dan sejuta harapan untuk hidup menjadi kenyataan-fiktif*
Continue Reading...

Friday, July 18, 2008

Bertahan! Percaya!

Aku pun masih percaya bahwa matahari hanya akan berhenti bersinar jika siklus hari berhenti dan nafas alam tak kembali berhembus. Aku pun sepakat bila tempatku telah ditentukan sebelumnya sehingga ketika matahari berhenti beraktifitas aku sudah pulas ditempatku.

Beberapa hari terakhir ini aku dibayangi kegalauan, aku berusaha untuk lari keluar agar tidak berada dibawah bayang-bayang masalah pemikiran dan suasana hati ini. Aku dituntut untuk dapat melakukan perubahan sikap dalam hidup agar akar masalah yang begitu pelik ini dapat hilang dari pikiranku. Seolah berada dalam tekanan mental dan perang batin dengan seseorang, maka aku pun berpikir dengan keras bagaimana aku dapat meninggalkan jauh-jauh pengkhianatan komitmen yang akan terjadi. Aku berdiri dalam ketidakmampuan dan membutuhkan sentuhan tangan kuasa yang dapat merubah segalanya, menjaga jalanku tetap stabil di jalur yang benar menuju akhir yang bahagia. Bukan diriku bila tidak bisa keluar dari masalah hati ini dan bukan pula diriku bila menyerah pada kekurangan, dan justru keterbatasan serta ketidakmampuan harusnya bisa menjadi motivator ulung penggebrak semua pernyataan yang meragukan.

Aku akan berdiri menantang matahari yang silau dan berpijar dengan kemampuan yang aku miliki, dengan kuasa yang olehNya diriku telah diselamatkan, dengan rentetan doa orang-orang yang menyayangiku, dengan perpanjangan tangan setiap insan yang masih percaya bahwa diriku pasti bisa bertahan. Sekarang dan selamanya, aku dengan komitmen tegas berprinsip dan arogan bertahan dalam jalurku sebagaimana yang aku nyatakan dengan darahNya, dan aku percaya suatu saat nanti jika hari penghakiman tiba, itulah saatnya janji dan kuasaNya yang benar-benar nyata akan semakin mulia adanya.

Continue Reading...

Saturday, October 20, 2007

Sebelum Tidur Part 2

Tampaknya waktu tidak lelah untuk berputar. Sekali lagi saya pun harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah saya perhitungkan sedemikian rupa sehingga pada waktunya nanti akan benar-benar selesai. Bukan masalah disiplin atau profesionalisme, melainkan lebih kepada efisiensi waktu yang saat ini saya merasakan masa luang sepertinya sulit untuk ditemukan akibat dari padatnya jadwal antara yang penting dan tidak penting berjalan bersamaan. Walau hanya sekedar untuk bermain game atau sejenak menonton sampah di televisi pun tidak ada. Beberapa hari kebelakang saya pun harus menjalani training sebagai bentuk perpanjangan tangan dari pekerjaan. Hidup di dua sisi dunia yang berbeda membuat konsentrasi sulit untuk difokuskan pada satu titik. Ada kalanya saya melihat sebuah pekerjaan penting bermetamorfosa menjadi seperti makanan basi dan hambar untuk dinikmati sehingga membuat saya muak. Semua materi yang dicoba untuk dijejalkan kedalam kepala saya membuat kepala saya yang jika diketuk bunyinya tidak nyaring lagi karena otak saya berisi ilmu perpanjangan tangan dari pekerjaan. Mengingatkan saya kepada sebuah pertanyaan penting "bagaimana cara memasukkan gajah kedalam kulkas?", logikanya mudah, buka pintunya lantas masukkan gajahnya kemudian tutup pintunya. Ilustrasi tersebut juga berlaku ketika saya harus mempelajari sesuatu yang sebenarnya sebesar gajah tersebut dan otak saya hanya sebesar kulkasnya, itu pun hanya kulkas satu pintu. Yang lebih parah lagi adalah kulkas tersebut sebelumnya telah dimasukkan kuda, sapi dan singa, sehingga kepala saya pun penuh dengan pengetahuan baru yang melebihi kapasitas menyimpan memori kepala saya. Tapi biarlah, siapa tahu binatang-binatang tersebut mati kedinginan lalu dagingnya bisa dimakan. Sayangnya, saya tidak makan daging!

Sekarang dini hari, dan beberapa jam lagi saya harus sudah siap-siap menjalani rutinitas harian. Kerja dan kerja! Tapi sebelum tidur, rasanya tidak sempurna jika saya tidak melanjutkan tulisan yang sebelumnya. Saya tidak mau mimpi dalam tidur saya dikejar-kejar oleh "sebelum tidur part 1" yang terus merengek agar disambung dan tidak terbengkalai, kalau celana mah namanya ngatung! ...ah saya malam ini akan tidur 3 jam lagi seperti kemarin dan lusa. Saya bingung apalagi yang harus saya mimpikan malam ini. Apakah saya akan mimpi bagaimana cara start dan stop R/3, Oracle database, backup dan temannya, user administration, archiving, spool & print, background process, authorization, system monitoring serta masih banyak lagi area bermain SAP? st02, st03, st04, st06, db12, db13, db16, db02 atau sm37?? ah kode-kode itu masih diarea yang sama. kira-kira apa ya yang enak dijadikan mimpi? tidur dulu ah..

zzz...ZZZZ...

Continue Reading...

Monday, July 30, 2007

Sebelum Tidur Part 1

Tanpa disadari, apa yang selama ini saya jalani adalah rutinitas yang statis. Ada sedikit perubahan tetapi tidak cukup signifikan. Tinggal disebuah kota dengan udara yang panas yang selalu membuat saya muak dengan keseharian yang selalu saya lewati adalah apa yang memang seharusnya saya alami. Menjalani segala sesuatu yang itu-itu saja, melihat hal yang sama juga menikmati penyiksaan pekerjaan adalah hal yang lazim dilalui dalam rentang beberapa bulan kebelakang. Selalu saja saya teringat akan masa lalu saya yang selalu dibumbui oleh rasa senang serta canda dan gurau bersama kawan-kawan. Ingin rasanya keluar dari statisnya dunia yang dijalani sekarang dan kembali berkumpul melakukan sesuatu yang tidak penting dan tidak berguna namun cukup menyenangkan. Kawan-kawan lama sekarang ini telah disibukkan oleh rutinitasnya masing-masing, sehingga sulit untuk mencuri waktu mereka sesaat saja untuk sebuah alasan kesenangan belaka. Saya berpikir bahwa masa lalu yang indah tersebut telah hilang dan untuk sekarang sepertinya hanya mimpi belaka. Terkadang saya pun menyempatkan diri untuk sekedar keluar dan menyisihkan banyak nominal untuk menyenangkan diri sehingga saya mampu merasakan bahwa saya tidak berada dijalur yang tepat, juga merasakan hal-hal yang pernah saya rasakan pada masa lampau. Saat ini segalanya telah berubah dan mungkin akan terus berubah tidak seperti sesuatu yang pernah saya nikmati dahulu. Ketika saya harus dihadapkan pada suatu hal yang memeras kemampuan berpikir, menguras tenaga serta menyia-nyiakan waktu untuk uang belaka, maka saya harus memiliki alternatif bahwa saya tidak se-statis itu. Saya bisa merubah dunia saya kembali seperti apa yang pernah saya puja-puja, sebuah dunia yang menjadi hegemoni ketika dalam keadaan tertekan dan merasa bosan. Adalah wajar jika terkadang saya harus berhenti sejenak, lantas melihat hal lain diluar apa yang saya jalani. Ibarat sebuah kendaraan yang melalui ruas jalan yang telah ditentukan lalu merasa jengah dan terlalu dikendalikan, maka saya membuat kendaraan tersebut melalui jalan lain yang bisa membuat si supirnya segar kembali tanpa harus kehilangan kendali dan mengikuti rambu-rambu yang berlaku.
Tetapi saya adalah manusia biasa yang harus berada dalam kendali Tuhan. Tentunya beralasan meski alasan saya mungkin bagi beberapa kawan termasuk alasan seorang pecundang. Yang saya temukan setiap saat adalah sebuah repetisi yang telah diatur sedemikian rupa dalam bentuknya yang sangat menyebalkan. Secara pribadi saya ingin sekali memakluminya, terlebih saat ada sebuah pekerjaan yang terlalu membuat saya jenuh "Maaf saya permisi dulu kebelet kepingin pipis" dan mungkin hanya Tukul Arwana-lah yang mau kembali ketempat semula dengan jargon "kembali ke laptop" lalu begitu seterusnya tanpa ada perubahan signifikan.
Aneh memang, tapi itulah manusia pada umumnya, dimana mereka akan merasa bosan pada sesuatu yang terus dijalaninya. Kelakuan-kelakuan menyimpang menjadi sesuatu yang biasa mengingat apa yang dikerjakan adalah itu-itu saja. Sebenarnya sesuatu yang berganti itu masihlah tetap hal yang sama. Hidup dalam dua dunia yang saling berseberangan dan keduanya saling menyokong satu sama lain sehingga benar-benar berguna serta tidak membuat mual kemudian muntah lalu seterusnya bunuh diri. Habis!
Apakah sesimpel itukah pemikirannya? tentu saja tidak, mengingat jika dirunut dari latar belakang apa yang telah dijalani tidaklah segampang itu. Harus ada arah tujuan yang jelas dalam kacamata saya, sehingga saya pun harus mampu mengukur segala sesuatunya secara adil agar seimbang dan membuat iri salah satunya. Alhasil saya pun harus mengakhirinya dengan pemikiran "gimana nanti" yang senantiasa membuat saya percaya diri dan yakin bahwa pemikiran tersebut adalah sumber utama optimisme. Menjalani dan menikmati apa yang terjadi saat tulisan ini diciptakan sekedar untuk membuang waktu ditengah malam yang panas disebuah neraka yang bernama Jakarta. Sekarang saya sudah ngantuk dan harus tidur karena besok pagi saya harus melakukan ritual harian yang saya sebut dengan rutinitas alias KERJA! Welterusten!
Continue Reading...

Friday, January 12, 2007

Aku masih ingin menulis

Adalah bagaimana kata dapat menjadi senjata - berubah dari pemikiran menjadi derita - para kaum pemuja berita - fashion dan kebutuhan hedonisme semata - mengutuk tidur menjadi insomnia - menembus kepala setiap pembaca - menebas leher menebar duka - memperkosa otak menjadi prosa - mengatur jajaran huruf menjadi indahnya rima - merubah ungkapan bodoh menjadi retorika - mengundang kesucian menjadi dosa - mendefinisikan anti estetika - menjadi kultur pemberontakan norma - menentang mereka yang mengatasnamakan tuhan - persetan dengan agama dan ayat-ayat yang dibacakan - untuk popularitas yang berlandaskan suatu kebutuhan - untuk mereka yang menganut kemapanan - berdiri dan bergerak tanpa haluan - dan siap untuk kulempar kedalam sekam sekaligus kujatuhkan - untuk setiap jengkal pemikiran yang mereka pertahankan - menebas komunitas tanpa batasan - melahirkan tragedi menakutkan - bagi kaum yang memakai sorban - menjadi kolektif calon pemakai kafan - merubah eksistensi menjadi moral urakan - berdefinisi busuk tak terungkapkan - mengantarkan setiap argumen menjadi sebuah kematian - mengintepretasikan bentuk yang hanyalah partisan - melewati aturan dan menjadi yang terdepan - melawan setiap kawan menjadi lawan - layaknya usaha kaum bolsyewik yang cukup bengis - menjatuhkan setiap parameter kapitalis - menyulapnya menjadi sosialis - melawan fasis dan mendirikan anarkis - beraliansi dengan ungkapan puitis - mendirikan kepercayaan menjadi gerakan praksis - juga menjatuhkan pergerakan setiap korporasi taktis - melawan tirani tai hingga berada dibalik teralis - merubah segala yang abstrak menjadi realistis - menghilangkan segala macam bentuk hirarkis - kombinasi busuk dan ungkapan manis - konspirasi radikal dan pemikiran kritis - meregang nyawa menghadapi kaum nasionalis - melawan melalui ide dan tulisan praktis - karena aku masih ingin menulis
Continue Reading...

Wednesday, November 08, 2006

Ekspresi Tawa dan Air Mata

Hari ini aku berjalan dan berkeliling, diluar sana aku menemukan berbagai ekspresi, namun aku hanya tertarik pada dua raut wajah. keduanya menyiratkan kontradiksivitas ekspresi. Keduanya pun adalah pemandangan lazim yang sering kutemui sebagai suatu akibat dari pengalaman setiap manusia.

Ekspresi pertama merupakan pemandangan keindahan. Disana aku melihat wajah yang dibalut senyum keceriaan. Kesenangan bagai seorang yang baru keluar dari kegelapan dan menemukan cahaya. Bagai seorang yang baru saja bebas dari tekanan. Bagai seorang yang baru saja menendang masalah dari dirinya. Bagai seorang yang baru saja mengeluarkan jiwanya dari dilematika kehidupan. Tampak seperti cahaya yang abadi yang selalu dan terus bersinar. Bahkan tanpa dorongan apapun dia mampu terus memancarkan cahaya, dia mampu memancarkan keceriaan, bagai surya yang tak peduli apakah manusia suka atau tidak dengan cahayanya. Suatu pesan tersirat dari ekspresinya, suatu ajakan untuk saling tersenyum terhadap semua orang yang ditemuinya. Senyum yang sama sekali memusnahkan kebencian, tawa canda yang sama sekali memadamkan amarah, keceriaan yang sama sekali tak dapat digambarkan antara pena, kertas dan ide untuk menulis. Disana aku menemukan sebuah harapan. Harapan untuk menyapa dan sekedar berkata "hai apakabarmu teman?"

Ekspresi kedua adalah kehancuran, dimana aku melihat suatu dunia yang sama sekali buram, kelam tanpa keceriaan. Disanalah aku menemukan suatu pemikiran bahwa ada saatnya aku berada disana. Suatu posisi yang berusaha dimusnahkan oleh para penganut hedonisme sejati. Suatu ekspresi yang dianggap hilang harapan. Suatu tatapan hampa dan kosong tanpa langkah yang pasti. Bagaikan seseorang yang baru menemukan kegelapannya, bagaikan seseorang yang berada dibawah awan mendung kehidupannya. Tak ada lagi langkah yang dapat dilakukan untuk suatu pencapaian, seolah segalanya adalah tak mungkin. Tak ada cahaya yang akan meneranginya lagi. Seolah dunia ini berhenti berputar dan seolah segala usaha adalah sia-sia.

Setelah aku menemukan kedua ekspresi itu lalu aku segera beranjak meninggalkan semuanya itu. Itulah kenyataan yang tertangkap oleh pikiranku. Selalu saja ada dalam setiap raut wajah ketika mendapatkan suatu pengalaman. Dan aku pun yakin, suatu saat nanti aku akan seperti itu. Saat ini yang kuinginkan hanyalah ekpresi kedua pada kulitku dan ekspresi pertama pada hatiku. Aku ingin mengelabui orang-orang disekitarku, aku ingin menyimpan dendam ini sendiri, aku ingin semua amarah ini kukubur dan kubiarkan ia berada disana selamanya tanpa ada yang mengetahuinya. Seolah emas yang dicari orang, namun bagiku itu hanyalah kebusukan yang patut kusimpan dalam kotak rahasia lalu kukubur sedalam-dalamnya di antara pondasi rumah, lalu kubeton sekeras mungkin bahkan sebuah bom atom pun tak dapat menghancurkannya.

Ahh..ternyata mentari telah mulai menampakkan cahayanya dan secangkir teh hangat telah mulai dingin serta sebungkus rokok pun telah berubah menjadi kotak kosong...emmm...saatnya tidur......
Continue Reading...

Thursday, September 07, 2006

Jejak tercatat

Jakarta, 2 September, Criiiing!!! Tiba-tiba saja ada seseorang yang mengirim message di MSNku, lalu kulihat, ahh ternyata Menno..menyapa "Hi Pak", lalu kusapa balik "Hi 2 Pak". "I will send an email" katanya.."Go ahead Pak" timpalku..setelah percakapan yang tidak terlalu panjang mengenai email yang berhubungan suatu pekerjaan rutin setiap weekend, lalu kulanjutkan aktifitasku dikantor..waktu mulai menunjukan pukul 4 dini hari sedangkan paginya aku harus menuju Depok lalu ke Bandung, maka kuputuskan untuk tidur walau sejenak. Lumayan bisa memejamkan mata selama hampir 3 jam dan teman2 pengganti sudah berdatangan. Mencuci muka lalu segera berpamitan..Aku menuju ke arah depok, ahh sialnya aku nyasar nyampe bekasi segala..sial bener-bener sial..kukira yang namanya pasar rebo cuma ada diJakarta, tapi ternyata di Bekasi juga ada. Aku salah naik angkutan..goblog!! knapa aku tak tanyakan sebelumnya..mana mata udah berasa berat dan siang semakin nyata, ditambah udara yang panas...bayangkan!! masa dari daerah Rasuna said sampe ke Depok dicapai dalam waktu 4 Jam..Jakarta-Depok via Bekasi..ahh hari yang sial!! sesampainya di rumah sodara di Depok untuk mengambil titipan, aku langsung berpamitan untuk menuju Bandung karena ingin bermalam mingguan diBandung..aku menaiki Bis yang langsung menuju Bandung, namun berputar dulu ke Bogor..hahh!! ko bisa? males ah nyeritainnya..Jakarta-Bandung via Bekasi, Depok, Bogor....

Bandung, 2 September, Tiitt..tiitt..Aww ada SMS bang..bang SMS siapa ini bang? ternyata dari temanku yang sudah menunggu kedatanganku. Aku tiba di rumah sekitar jam 5 Sore. Lalu aku membalas SMS temanku "Keur dimana euY?". "Urang keur diCiwalk, maneh kadieu lah" jawabnya kembali. "OK urang kaditu, dagoan! mun geus tepi ku urang bejaan"..Aku kira mereka lagi pada ngumpul di Circle K dago, tapi biarlah, yang penting bisa memanfaatkan weekend di Bandung."Ahh anjing!! dijalan ada razia! Polisi brengsek menghentikanku sebari berharap mendapatkan uang dariku..ah beruntung sekali kau pak!! mana SIMku telah habis masa berlakunya, akhirnya tawar menawar seperti biasa antara aparat dan korban tata tertib berkendara lalu disepakati aku ditilang sebesar 10000 rupiah, huhh padahal lumayan uang segitu bisa buat beli 234 sebungkus dan ada kembaliannya... Setibanya di Ciwalk ternyata ada acara model2 gitu..ah acara tai!! Bintang tamunya Maliq n D'essential gitu..ga selera pisan pokonyamah..tapi lumayan lah untuk cuci mata. Buanyak cewe-cewe muanis euy!! Bandung gitu lohh...Fuihhh capenya..!!aku memutuskan untuk pulang kembali sedangkan teman2 berlanjut kearah lain..sayangnya aku tak bisa ikut karena kelelahan..urang balik tiheula nya, cape euy..isukan we ulin deui bari urang neangan kaos jeung sweater..bye..pamitku kepada teman2 seraya menuju parkir motor.......

Bandung, 3 September, Tingtiting..tingtiting..ahh alarm berbunyi, hari ini hari minggu, aku harus ke gereja. Karena kangen dengan teman2 di gereja juga..pulang ke gereja lalu aku mengirim SMS ke teman untuk bertemu dan bershoping ria menghabiskan uang..hahaha..tak berpikir untuk membayar uang kosan itu gimana..ah yang penting bersenang-senang dulu..Aku tak membawa motor lagi karena takut kena tilang lagi euy..hehehe..aku mencari DIstro yang kabarnya menjual sweater dan kaos yang kucari sekalian membeli titipan kaos dan sweater mas Badrus dan mas Bowo teman sekosan yang mempunyai selera musik yang sama..gahar!!!"Habis euy, cobaan we teangan di Riotic atawa di Arena" kata si AA yang ngejaga..Damn!! Habis mas!! ntar saia carikan di distro lain, kataku dalam pembicaraan telepon..lalu aku beranjak ke distro dikawasan dago..ah sialnya disana aku hanya mendapatkan 1 kaos Burgerkill. Setelah dari sana aku dan temanku balik lagi ke Distro semula untuk mencari kaos yang tadi udah aku liat-liat.."rek kamana deui euy?" tanyaku kepada temanku, "Ah urang mah rek balik, rek sare, cape euy, acan balik tikamari" jawab temanku, " nya eunggeus atuh, urang rek ka DIpatiukur, ka warnet babaturan urang, tapi anteur urang heula nya..hehehe"jawabku..Akhirnya aku diantar kesana.Hari ini lumayan dapet 3 kaos!... Aku harus OL untuk mengirim e-mail contoh surat lamaran ke Miss Kobe teman FSku Coz ga enak udah janji ama dia sekalian ngeditin sedikit fsnya (sorry be, bingung mo ngeditnya gimana..hehehe..), fsnya cuma diedit sedikit secara gue (Haiyah...) bingung mo ngeditnya gimana ("Secara gue.."bahasanya kobe, "Haiyah" bahasa srimulat heheheh..)..pas lagi OL hhehehe..pas pisan momentna..EI OL juga.."hehehe..lagi dimana?" Criiing!" warnet biasa,", "Si saia ada dibandung yeuh",criing "ah hayu atuh maen"perbincangan itu berlangsung beberapa saat di YM hingga akhirnya aku dan EI memutuskan untuk ketemuan di warnet temenku..hehehe EI ketemu juga dan sedikit berbincang-bincang, dikasih freepass ke saparua euy sama si EI but I didn't bring my motorcycle, so i couldn't go there...EI sudah cabut duluan serta sudah malem euy dan pula aku lelah seharian berkeliaran di Bandung. Aku berpamitan kepada teman-teman.."yuu ahh urang balik heula, isukan urang kadieu deui".......

Bandung, 4 September, Damn!! Jam 11 siang, aku kesiangan bangunnya, padahal aku ada rencana ke pasar baru buat beli sesuatu...hahahaha (Rahasia deh..). Ke pasar baru hanya sebentar karena hanya mencari sesuatu tadi itu terus balik lagi kerumah. Sesampainya dirumah, aku langsung menyalakan komputer sambil mencoba sedikit pemrograman Web plus desainnya juga dong..ahh!! Jarum jam telah merapat ke angka lima, aku ingat kemaren ketika ke distro di Jalan kalimantan aku dapet info klo di BRaga Citiwalk ada acara, emm..ku SMS temanku "Woy Bos keur dimana? Jd teu ka Braga tea?"..huhHh lama sekali balesnya Tiit..tiit.."SOrry vet karek ngabales, urang geus dibraga, maneh gancang kadieu.." Segera proaktif, maka langsung kubales "Sip! urang kadinya ayeuna, engke mun geus aya diditu urg bejaan"
Tiit..tiit.."ku urang tungguan di taurus, gancangan.."Aku bawa motor ahh..persetan dengan polisi..Hehehe..aku segera berangkat menuju taurus..hahaha dia udah ada disana..lalu sedikit berdiskusi..bla..bla..(rahasia)..amer..amer..moal beja-beja, nyaho syukur, teu nyaho ge teu nanaon..hehehe..
minuman telah ditangan, saatnya menuju Braga Citywalk..Ketiak eh salah, maksudnya ketika..hehe..ketika sampai disana masih check sound..huhh sial!! kami mendapat info klo acara mulai jam 9, masih lama kali bahh..akhirnya kami menuju dipatiukur karena sekalian aku menuju warnet temanku dan ada janji pula ama Hendra, sekali lagi janji adalah hutang, so harus ditepati dong..aku sesampainya di Dipatiukur..eh salah ga langsung ke Dipatiukur, kami kesekeloa dulu..makan dulu, maklum perutnya udah memberontak..cuma sebentar lalu ke cafe Cikur(Cikur adalah panggilan pemilik cafe, sebenarnya sih cafenya ga punya nama..hehe)..warkop pinggir jalan tempat nongkrong semasa kuliah dulu..disana udah ada Hendra menunggu.."hehehe dra geus lila?" pertanyaan standar dariku sebagai pengganti say hello..ngobrol-ngobrol dulu bentar..ah aku mau OL dulu sebentar kewarnet temen, kan cafe Cikur dan warnetnya bersebelahan..OLnya cuma mo ngecek temen-temen yang di YM, aahhh..ternyata ada EI lagi OL..hahahha.."EI maen yuu" ajakku..ah sayangnya dia sibuk dengan teman-temannya sehingga ga bisa diajak maen..huhh...ya udah aku pamitan aja ama dia, tadinya mo diajak jadi temen ke BRaga..hehehe...ahh aku balik lagi ke cafe cikur melanjutkan obrolan tadi sambil sedikit bersulang..emm..jarum jam hampir mencium angka 9, ughh..saatnya cabut man!! "yuu ahh kita cabut" kataku..serentak teman-teman menjawab "Yuuuu..!!"Aku dan temanku menuju Braga sedangkan Hendra menuju rumahnya di kawasan Cimahi..sesampainya di Braga acara belum mulai, tapi sudah mulai ramai..emm ada Mila juga ketemu disana.."Mila sombong kaw" kataku.."hahaha.." hanya bisa tertawa..hehehe...dilanjutkan obrolan saling tanya kabar dan keadaan..yess.. acara sudah dimulai dan tiket sudah mulai dijual..Masuk ke dalam pas Lagi RESTRAIN maen..sedikit mengangguk-anggukkan kepala..setelah itu ada FULL OF HATE..waww band ini masih ada, masih ada powernya, aku ingat waktu masih sekolah dulu..hahahaha...dan terakhir melihat performa mereka saat acara One Blood 3 kalo ga salah..dilanjutkan dengan KOMUNAL..musiknya lumayan men..keren..keras..unik..hhahaha..dan yang paling dinanti-nantikan adalah band terakhir ini...BURGERKILL..huhh..Band yang ditinggalkan sang vokalis IVAN SCUMBAG..mengharukan!! aneh!! saat aku melihat 2 penampilan band ini tanpa IVAN ada perasaan terharu, teringat masa lalu, seperti ada yang kurang..Ohh IVAN.."SELAMAT JALAN KAWAN, BERISTIRAHATLAH DENGAN TENANG DAN DAMAI DIATAS SANA, AKU AKAN SELALU MENGENANGMU"...Tak terasa jarum jam telah condong ke arah jam 2 dini hari dan acara telah berakhir..ah tulisan ini harusnya udah masuk ke bagian selanjutnya dari tulisan ini, tapi karena masih nyambung, biarlah..heeheheeh...

Bandung, 5 September, ngguueeenngg...ku tarik gas sedalam mungkin agar lekas tiba dirumah..huh dingin sekali malam ini Bandung. Sesampainya dirumah Jarum jam udah tunduk dan hampir menyentuh angka 3..Tak terasa aku tertidur hingga pukul 13:00..10 jam men, lama juga ya..ehm..mungkin kecapean dan pengaruh dari amer..heheheh...hari ini aku tak ada rencana kemana-mana, aku ingin beristirahat, mengumpulkan tenaga, dan sedikit menulis serta kembali berpetualang di komputer tercintaku ini..cerita hari ini mungkin ga terlalu panjang. Tak ada yang rame..

Bandung, 6 September,Ga ada yang spesial, cuma bangun siang aja yang spesial, trus pamitan ama keluarga juga spesial...heheheh..selebihnya ntar diceritain di bagian berikutnya...

Jakarta, 6 September,Fuihhh...sekitar jam 5an udah nyampe di daerah Cilandak, sengaja turun di Cilandak dan tak diteruskan ke Lebak Bulus, hehehe...sedikit-sedikit tau Jakarta euy...langsung menuju kosan, makan dan ngobrol-ngobrol ama temen kosan..jam udah menunjukan pukul 8:30, aku bergegas ke kantor, karena hari ini masuk malem dan dateng lebih awal..busseeettt!! mailboxnya banyak email man..diitung-itung ada 200an mail yang masuk..hehehe..karena dasar pemales, ga aku baca semua, dibaca yang sekiranya penting dan memang harus dibaca..selebihnya cek-cek friendster dan myspace...hahhh..selesai juga catatan perjalanan ini..tak ada gading yang tak retak, akhir kata aku ucapkan syukur dan maap buat teman-teman yang namanya tercantum disini, ga ada kalian ga lengkap ceritanya (masa pake si A dan si B? ga rame domzzz...)
Catatan ini merupakan kisah nyata sedikit modifikasi agar ramai dan tidak monoton..thanks and cheers...

Continue Reading...

Sunday, July 23, 2006

Sudah mati, tak perlu dicari..

Goodbye my love..goodbye my soul. You only a dream for me, never come true. We're totally different, you too high, too high to reach, and the restless still remain like shadow around me. We'll never meet on every valentine..coz love was die!! Fuck!! why God make everything so significant. I used to be frightened on leaving you. Not now!! i've decide to kick all this shit from my mind. Tempatku bukan lantai dansa, melainkan lantai tanah nan busuk. Sang bintang tengkorak telah menjemputku, membawaku ke dunia yang berbeda denganmu, dunia dengan pergerakan atas pemikiran progresif kritis yang dilahirkan oleh keragu-raguan dan kegalauan serta kehancuran obsesi. Tirani hati dengan tangan besinya yang telah runtuh, mundur dan takkan pernah ada lagi untuk menjajahmu...Tidak adalah jawaban dari semua bentuk kebodohan yang berusaha meraih dirimu. Lebih baik kucari lagi yang lain, yang mungkin lebih setara secara kognitif, dan bukan dirimu yang kuanggap lebih sempurna dalam segalanya. Pantang palingkan wajahmu, karena akan membuatmu tertawa melihat kemiskinan dan segalanya yang pernah kau harapkan. Alkohol!! makhluk itu membuai suatu dunia dimana aku berdiri, menjauhkan diriku dengan kemapanan, kesempurnaan termasuk dirimu. Diatas suatu pemikiran, maka segera kulesatkan peluru tajam dan kuarahkan pada kata tidak. Terlalu kontras untuk dipadukan. Aku akan segera dikuburkan dalam kelupaan, ketidakpedulian. Jangan pernah lagi menyapaku. Selamat tinggal, kita tak akan pernah bertemu. Carilah yang lain yang lebih layak!! Tinggalkan aku...mati..
Continue Reading...

Tuesday, March 28, 2006

My First Posting

Hi aku Yafet Santo

ini adalah posting pertamaku di blogspot....

mudah-mudahan akan terus berlanjut....

keep rock and roll with me

still young...still drunk...still punk!!!!
Continue Reading...
 

+dimanaanakku+ Copyleft © 2009 AllFight Deserved | WoodMag is Designed by Ipietoon and Modified by Yafet St. OfGod