Friday, January 01, 2010

Saya Kira 2009 Sudah Layak Selesai


Embun di daun-daun talas masih betah menetap paska terror hujan kemarin sore, juga matahari masih terlalu dini untuk menyinari pagi-pagi terdingin di penghujung tahun, hanya sisa-sisa bintang saja yang masih perkasa berlaksa-laksa banyaknya diangkasa dini hari ini...

365 hari dilewati dengan sempurna lengkap dengan suka dan dukanya, senang dan sedihnya, sehat dan sakitnya, besar dan kecilnya elemen-elemen dasar kehidupan saya. Langkah pertama bertanggal 1 dirasa baru kemarin saja dan langkah terakhir bernomor 31 hampir punah terlewati, yup! Satu tahun kawan!
Sepertinya saat akan tidur tadi adalah tahun baru dan ketika tidur saya bermimpi kehidupannya hingga akhirnya saya terbangun menemukan jiwa raga telah terkapar di penghujung tahun yang lebih baru lagi.
Hari-hari dalam mimpi di isi cerita-cerita takdir bahwa begitulah seharusnya saya hidup dalam jeratan narasi kehidupan karya Tuhan. Setiap bab-nya tersegmentasi menjadi yang sedih, senang, perih dan terkadang merasa menang..
Kepala plontos mengawali tahun ini dan terus menerus sepanjang 52 minggu hingga berlanjut ke tahun berikutnya. Sukses menempelkan karakter dengan tipikal wajah gundul dan berjenggot panjang, ibarat Kerry King dari Slayer. Rumah Sakit pernah menjadi saksi bisu selama 2 minggu saya terkapar dibuai bronchitis akibat dinginnya ruang server dan paru-paru dilubangi tragedi dari nikotin dan polusi ibukota. Uang yang seharusnya saya gunakan untuk modal mobilitas atau dengan kata lain bisa berubah wujud menjadi tunggangan beroda dua, ludes untuk ditukarkan dengan menginap selama 10 hari 9 malam berfasilitas infus, suntikan obat-obatan, pil pahit dan sentuhan hangat malaikat-malaikat penolong bernama suster. Suatu awal yang buruk bukan??
Selang tiga hari sejak bangkit dari cengkeraman kondisi tubuh terinfus, saya langsung dihajar oleh hentakan keras musik metal core ala Lamb of God. Bukan hanya itu point pentingnya, baru kali itu saja saya menonton konser di wilayah tribun, dengan alasan masih belum fit-nya kondisi tubuh, karena biasanya juga saya paling giat merazia setiap jengkal moshing pit, berputar, melompat dan membaringkan tubuh diatas para manusia lain. Tidak berhenti sampai disitu saja, kecanduan saya akan konser memaksa saya untuk menyambangi setiap arena dimana sekelompok orang yang berfusi menjadi sebuah band menampilkan kepiawaiannya menciptakan nada-nada keras, yang saya ingat ada Mr. Big, Secondhand Serenade dan entah musisi luar negeri siapa lagi yang saya lihat tahun ini. Terakhir, sekitar dua minggu kemarin, saya sukses menghadiri konser Total Chaos di Bandung, dan tercatat sebagai band asing terakhir di tahun 2009 yang saya lihat. Belum lagi event-event lokal yang saya hadiri, seperti Bandung DeathFest 4 contohnya. Lagi-lagi selalu ada alasan untuk merobek-robek uang menjadi pecahan-pecahan kepuasan dan kesenangan, mulai dari tontonan hingga yang dipertontonkan.
Pekerjaan yang hasilnya diproyeksikan untuk menyokong pendanaan pencarian kesenangan pun tidak lebih baik dari tahun sebelumnya. Hanya segelintir project kecil terbilang cemen yang berhasil diselesaikan, dan kesemuanya pun adalah nothing buat saya. Hanya sedikit sekali yang bisa dikonversikan menjadi skill pribadi dan pengetahuan penunjang pendulang uang. Untuk yang diluar pekerjaan kantor pun lumayan untuk memapankan uang jajan. Tercatat ada beberapa website yang berhasil dibuat dan memberikan kontribusi uang tambahan yang begitu membuat tangan gatal untuk menukarkannya dengan barang dalam setahun ke belakang. Selain itu juga, Laptop sebagai perpanjangan tangan dalam pekerjaan sempat mati suri selama beberapa hari meminta organ tubuhnya yang terbakar diganti, untungnya gratis kawan!
Satu hal lagi yang saya ingat juga adalah ketika saya harus berhadapan dengan sekitar tigapuluhan orang beringas mengatasnamakan sepakbola di tahun ini. Secara tidak langsung saya sudah dekat dengan maut. Pukulan telak ke arah wajah seolah wajar hanya karena saya menggunakan kaos tim sepakbola kesayangan saya dihadapan para supporter monyet yang beraninya gotong-royong menghabisi musuhnya. Kejadian tersebut membuat saya begitu dendam dan selalu ingin membalas.
Sisa cerita paling tidak penting dari tahun ini adalah saya menyisakan satu alat komunikasi dan mengganti yang lama dengan yang baru alias ganti HP. Senasib dengan tunggangan roda dua yang baru juga, yang akhirnya eksis dan siap melayani saya melacuri jalanan kota Bandung..
Tidak lebih dari 24 jam ke depan, semua cerita diatas akan menjadi cerita usang tahun lalu dan bersambung dengan cerita lain ditahun yang baru dengan alur cerita yang lebih menarik, padahal buat saya biasa saja..

Semoga saja, semua mimpi-mimpi pagi ini seindah kenyataan 365 hari ke depan..


Yafet St.
Bdg311209

0 comments:

 

+dimanaanakku+ Copyleft © 2009 AllFight Deserved | WoodMag is Designed by Ipietoon and Modified by Yafet St. OfGod