Showing posts with label Pengalaman. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts

Friday, January 01, 2010

Saya Kira 2009 Sudah Layak Selesai


Embun di daun-daun talas masih betah menetap paska terror hujan kemarin sore, juga matahari masih terlalu dini untuk menyinari pagi-pagi terdingin di penghujung tahun, hanya sisa-sisa bintang saja yang masih perkasa berlaksa-laksa banyaknya diangkasa dini hari ini...

365 hari dilewati dengan sempurna lengkap dengan suka dan dukanya, senang dan sedihnya, sehat dan sakitnya, besar dan kecilnya elemen-elemen dasar kehidupan saya. Langkah pertama bertanggal 1 dirasa baru kemarin saja dan langkah terakhir bernomor 31 hampir punah terlewati, yup! Satu tahun kawan!
Sepertinya saat akan tidur tadi adalah tahun baru dan ketika tidur saya bermimpi kehidupannya hingga akhirnya saya terbangun menemukan jiwa raga telah terkapar di penghujung tahun yang lebih baru lagi.
Hari-hari dalam mimpi di isi cerita-cerita takdir bahwa begitulah seharusnya saya hidup dalam jeratan narasi kehidupan karya Tuhan. Setiap bab-nya tersegmentasi menjadi yang sedih, senang, perih dan terkadang merasa menang..
Kepala plontos mengawali tahun ini dan terus menerus sepanjang 52 minggu hingga berlanjut ke tahun berikutnya. Sukses menempelkan karakter dengan tipikal wajah gundul dan berjenggot panjang, ibarat Kerry King dari Slayer. Rumah Sakit pernah menjadi saksi bisu selama 2 minggu saya terkapar dibuai bronchitis akibat dinginnya ruang server dan paru-paru dilubangi tragedi dari nikotin dan polusi ibukota. Uang yang seharusnya saya gunakan untuk modal mobilitas atau dengan kata lain bisa berubah wujud menjadi tunggangan beroda dua, ludes untuk ditukarkan dengan menginap selama 10 hari 9 malam berfasilitas infus, suntikan obat-obatan, pil pahit dan sentuhan hangat malaikat-malaikat penolong bernama suster. Suatu awal yang buruk bukan??
Selang tiga hari sejak bangkit dari cengkeraman kondisi tubuh terinfus, saya langsung dihajar oleh hentakan keras musik metal core ala Lamb of God. Bukan hanya itu point pentingnya, baru kali itu saja saya menonton konser di wilayah tribun, dengan alasan masih belum fit-nya kondisi tubuh, karena biasanya juga saya paling giat merazia setiap jengkal moshing pit, berputar, melompat dan membaringkan tubuh diatas para manusia lain. Tidak berhenti sampai disitu saja, kecanduan saya akan konser memaksa saya untuk menyambangi setiap arena dimana sekelompok orang yang berfusi menjadi sebuah band menampilkan kepiawaiannya menciptakan nada-nada keras, yang saya ingat ada Mr. Big, Secondhand Serenade dan entah musisi luar negeri siapa lagi yang saya lihat tahun ini. Terakhir, sekitar dua minggu kemarin, saya sukses menghadiri konser Total Chaos di Bandung, dan tercatat sebagai band asing terakhir di tahun 2009 yang saya lihat. Belum lagi event-event lokal yang saya hadiri, seperti Bandung DeathFest 4 contohnya. Lagi-lagi selalu ada alasan untuk merobek-robek uang menjadi pecahan-pecahan kepuasan dan kesenangan, mulai dari tontonan hingga yang dipertontonkan.
Pekerjaan yang hasilnya diproyeksikan untuk menyokong pendanaan pencarian kesenangan pun tidak lebih baik dari tahun sebelumnya. Hanya segelintir project kecil terbilang cemen yang berhasil diselesaikan, dan kesemuanya pun adalah nothing buat saya. Hanya sedikit sekali yang bisa dikonversikan menjadi skill pribadi dan pengetahuan penunjang pendulang uang. Untuk yang diluar pekerjaan kantor pun lumayan untuk memapankan uang jajan. Tercatat ada beberapa website yang berhasil dibuat dan memberikan kontribusi uang tambahan yang begitu membuat tangan gatal untuk menukarkannya dengan barang dalam setahun ke belakang. Selain itu juga, Laptop sebagai perpanjangan tangan dalam pekerjaan sempat mati suri selama beberapa hari meminta organ tubuhnya yang terbakar diganti, untungnya gratis kawan!
Satu hal lagi yang saya ingat juga adalah ketika saya harus berhadapan dengan sekitar tigapuluhan orang beringas mengatasnamakan sepakbola di tahun ini. Secara tidak langsung saya sudah dekat dengan maut. Pukulan telak ke arah wajah seolah wajar hanya karena saya menggunakan kaos tim sepakbola kesayangan saya dihadapan para supporter monyet yang beraninya gotong-royong menghabisi musuhnya. Kejadian tersebut membuat saya begitu dendam dan selalu ingin membalas.
Sisa cerita paling tidak penting dari tahun ini adalah saya menyisakan satu alat komunikasi dan mengganti yang lama dengan yang baru alias ganti HP. Senasib dengan tunggangan roda dua yang baru juga, yang akhirnya eksis dan siap melayani saya melacuri jalanan kota Bandung..
Tidak lebih dari 24 jam ke depan, semua cerita diatas akan menjadi cerita usang tahun lalu dan bersambung dengan cerita lain ditahun yang baru dengan alur cerita yang lebih menarik, padahal buat saya biasa saja..

Semoga saja, semua mimpi-mimpi pagi ini seindah kenyataan 365 hari ke depan..


Yafet St.
Bdg311209
Continue Reading...

Sunday, January 25, 2009

Sebelum Tidur Part 3


Ada 1, kemudian 2, dan akhirnya kutuliskan yang ke 3. Entah apa yang harus aku tulis disini,aku terbingung-bingung. Beberapa hari belakangan tak ada moment fenomenal yang aku kira layak untuk diceritakan disini. Mungkin fenomena Blackberry yg mendemami orang-orang cukup menjadi hal baru yang digandrungi. Aku sempat merasa aneh, ada orang yang beli BB cm biar keliatan mengikuti tren, yang lebih parah ada yang beli BB cuma buat chatting saja atau melototin Facebook. Absurb ya? dikala beberapa negara dilanda krisis, lantas orang-orang berusaha mempertahankan remah-remah terkunyah deretan gigi, di Indonesia malah menyia-nyiakan lembaran uang untuk sekedar mengikuti lifestyle.
Tadi juga aku membaca disebuah surat kabar nasional bahwa BB juga begitu disukai Presiden Amerika yang baru dilantik Barrack Obama,hanya saja karena faktor keamanan, penggunaannya dibatasi. ya semoga saja epidemi BB tidak menurun ke kalangan bawah.
Ada lagi info menarik yang baru saja aku dengar berhubungan dengan meledaknya depo Pertamina di Plumpang, yaitu bahwa insiden tersebut memang disengaja terjadi untuk tujuan Stress Test saja, alasannya karena saat ini harga minyak dunia sedang turun, kemudian memang tangki yang menjadi target meledak telah ditentukan dan juga isinya tidak full. Kira-kira masuk akal ga? Bisa jadi sih, untuk alasan kesiapan system mereka.

Dini hari pun telah semakin nyata, aku belum terkantuk sedikit pun. Beberapa lembar tulisan pada buku itu pun telah aku telusuri untuk sekedar melelahkan mata,namun kurang ampuh!
Hingga akhirnya aku meneruskan sekuel 'Sebelum Tidur' ini dan berharap dapat menceritakan sedikit cerita tak bermakna. Aku pun memejamkan mata dan mulai membangun mimpi dalam khayalan dikepalaku.
Selamat malam dan tetap semangat!

*ditulis dengan harapan dapat terlelap dengan tenang dan damai*
Continue Reading...

Friday, November 28, 2008

Keuntungan Dari Sesuatu Yang Tidak Menguntungkan


Pagi ini saya seperti biasa membuka inbox, dan lagi-lagi ada suatu email yang memaksa hasrat saya untuk menulis panjang, email tersebut adalah pertanyaan tentang keuntungan yang didapat dan hal spesial apa yang membuat tetap betah berada dilingkungan kerja dimana kita berada.

Adalah wajar jika yang namanya manusia hanya mencari keuntungan semata, dan memang itulah sifat dasar manusia yang selalu mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Segalanya bisa menguntungkan dan segalanya bisa merugikan, tergantung dari sisi mana kamu melihatnya. Tetapi juga jika kita terlalu melihat atau menimbang untung-rugi maka pada akhirnya kita akan takut untuk memulai suatu langkah, dan dari pertimbangan-pertimbangan tersebut membuat kita menjadi bimbang dan muncul pertanyaan “akankah kita untung??” atau “klo rugi kira-kira seberapa parah??”. Pada akhirnya waktu kita habis untuk memikirkan hal untung-rugi. Bekerja itu tidak bisa dipandang sebagai suatu pergulatan untung dan rugi semata, melainkan kehidupan yang harus dijalani dengan penuh semangat dan sesekali harus menertawakan diri sendiri. Sekarang pertanyaannya, apakah yang anda cari itu hanya keuntungan?? Jika iya, maka apa yang anda dapatkan diluar keuntungan akan membuat anda tertekan sehingga anda tidak berpikir bagaimana langkah selanjutnya jika kita benar-benar kehilangan keuntungan.

Ada sebuah pemikiran dari seorang pemimpin suatu negara “Filosofi dan isi utama negara adalah perlindungan, pelayanan dan pemberdayaan publik untuk kesejahteraan bersama, bukan masalah untung-rugi..” Sehingga jika salah satu elemennya hanya memikirkan keuntungan, kemungkinan akan ada perpecahan pemikiran dari tubuh yang berisi elemen-elemen tersebut, beda masalah jika berpikir untuk kesejahteraan bersama, setidaknya sifat-sifat egoisme bisa direduksi serendah mungkin dan akan terjadi improvement hasil dari pemikiran atas dasar kebersamaan.

Jangan lupa juga tanamkan dalam kepalamu jika “Kerja itu adalah Ibadah”, dan jika benar-benar terimplementasikan dengan sempurna dalam otakmu, maka yang kamu lakukan adalah untuk persembahan diri, penyerahan diri yang dilandasi oleh kesadaran mendalam dan serius. Bekerja yang dihayati sebagai ibadah, pada dasarnya akan membuat sikap kita menghadapi suatu lingkungan kerja menjadi berubah dan akan mengembangkan paradigma-paradigma positif seperti memberikan diri, membagikan ilmu pengetahuan, memberikan waktu, harta dan hati kita kepada komunitas kita bekerja, dan tindakan ini juga menjadi spesial bagi kita juga yaitu karena kita bisa hidup sepenuh-penuhnya, sesejati-sejatinya, segembira-gembiranya, sesenang-senangnya, sebahagia-bahagianya dan sehebat-hebatnya dalam artian tanpa egoisme pribadi.

Pada akhirnya jika kita mencari keuntungan, maka pikirkanlah keuntungan rohani dimana kita bisa hidup bersosial, mencari keuntungan bersama. Kebahagiaan itu adalah poin spesial yang bisa kita dapatkan daripada sekedar keuntungan finansial belaka. Semakin banyak dan semakin lama kita berpikir kerugian, pelan tapi pasti, kerugian yang sama akan menjadi bagian dari diri kita. Untuk saya sendiri, untungnya disini tak ada suatu otoritas yang benar-benar mengekang ideologi dan pemikiran yang saya anut, justru sebaliknya saya bisa memanfaatkan untuk lebih mengembangkannya, belajar mendengar dan didengar, belajar menghargai dan dihargai, belajar membantu dan dibantu. Semuanya ini demi perpanjangan tangan remah-remah dimulut kita, dan jangan biarkan pemikiran untung-rugi mengijinkan kita mati terlalu dini untuk berkreasi dan berimajinasi serta berkembang ke jenjang yang lebih tinggi.

Sukses selalu dan tetap semangat teman!!!
Continue Reading...

Wednesday, September 10, 2008

Mencerna Pendapat Dari Berdebat


-[Fight to Live - Live to Fight]-
Persetankan argumentasi membakar bara masalah dengan kunci pembuka monopoli anti-argumen komprehensi satu bahasa - Homicide

Tadi siang saya nongkrong diwarung kopi, sejenak untuk melepas penat. Menghisap beberapa batang rokok dan sambil sesekali menyeruput kopi yang sengaja saya pesan untuk melengkapi ritual menghancurkan tubuh dari dalam, sehingga jelaslah kandungan nikotin dan kafein dalam tubuh menggerogoti perlahan. Disudut lain ada beberapa orang yang saling beradu argument, saling menguatkan pendapat dirinya masing-masing. Secara tidak sengaja, saya ikut mendengarkan, karena suara mereka cukup jernih tertangkap telinga. Bahasannya adalah bagaimana manusia menjalani hidup, menghadapi hidup, menyikapi hidup, memandang hidup dan segala hal yang berbau hidup dicampur aduk menjadi adu argumen aroma hidup. Di satu sisi, seseorang dari mereka meyakini bahwa yang namanya manusia hanya bisa berusaha dan Tuhanlah yang akan menentukan, disisi yang lain ada yang setuju dengan pendapat tersebut, namun ada kalimat-kalimat yang membuatnya merasa down, kalimat itu adalah percuma kamu mau begini begitu, karena kamu hanya manusia yang bisa berusaha dan bukan berarti kamu akan mendapatkan apa yang kamu perjuangkan tersebut karena Tuhanlah yang menentukan. Ada lagi yang membahas bahwa manusia yang sukses itu diawali dengan usaha yang keras sehingga dia bisa berhasil mencapai kesuksesan, akan tetapi argumennya tersebut disanggah bahwa apa yang menjadi kesuksesannya tersebut adalah keberuntungan. Yah memang begitulah kehidupan, kadang kita berusaha agar mendapat kesuksesan, tetapi ada juga yang menyerahkan diri kepada keberuntungan dengan hanya menjalani kehidupan seperti angin..just let it flow and i will folow..kira-kira begitu.

Untuk saya, yang namanya hidup itu adalah prinsip, prinsip untuk mempertahankan hidup dan hidup untuk mempertahankan prinsip. Tak pernah peduli untuk kedepannya akan bagaimana atau akan menghasilkan apa, yang penting memiliki prinsip! Selain itu, perlu ada pemikiran bahwa kamu hidup adalah untuk dirimu sendiri, walau terkesan egois tapi berpendirian teguh. Setiap pendapat yang didengar kadang memiliki kandungan nilai positif, tapi juga terkadang bermakna negatif bagi saya. Jika saya memandangnya secara objektif, maka saya akan melihatnya lebih positif. Tetapi kembali lagi kepada masalah prinsip, jangan pernah mau kalah pendapat jika memang pendapatmu benar, coba untuk mencari sokongan sebagai bantuan pembenaran argumenmu. Ingat juga bahwa segala pendapat yang kamu lontarkan harus bisa dipertanggungjawabkan, berani berkata, berani menerima.
Kemudian, jika dirimu menerima pendapat orang lain, usahakan jangan pernah mau untuk menerima pendapat yang menginjak-injak dirimu. Disitulah salah satu nilai tambah dimana harga dirimu tetap terjaga. Keep struggle, keep fight, for your right and your live. naon deui ieu teh..hihihihi

Tulisan tidak berguna ini serupa angin yang melintas disekitarmu, tak begitu penting tapi juga tak begitu berharga, hanya dapat dirasakan ketika ada kepentingannya..hehehe..jd intinya, setelah kita melihat suatu perdebatan atau adu argument, jangan langsung melihatnya sebagai suatu preseden buruk, tapi coba ambil argumen-argumen atau pendapat-pendapat yang keluar dan coba benturkan dengan keadaan sebenarnya atau padankan dengan fakta atau analogikan sejauh daya nalar kita mampu terbang. Bila kita mendapat pendapat yang benar-benar busuk, jangan langsung menghakimi bahwa pendapat tersebut adalah tidak layak didenga, coba untuk cari sanggahan yang keji dan coba untuk melawan dengan pendapat berbisa serupa racun ular yang mampu membunuh.

Continue Reading...

Sunday, March 23, 2008

Teamwork Improvement

Satu topik yang cukup menarik bagi saya untuk dibahas atau didiskusikan apalagi dalam sebuah team kita ini yaitu IMPROVEMENT. Sebuah perusahaan membutuhkan team yang solid, yang cukup kuat untuk bekerja bersama-sama membentuk suatu jalinan kerja sama. Jika dianalogikan, mungkin saya akan menganalogikan sebagai sebuah anatomi tubuh manusia, dimana disitu ada bagian-bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Mulai dari kepala yang memiliki mata, mulut, hidung dan telinga, kemudian bagian badan yang memiliki tangan serta kaki juga (maaf) alat reproduksi yang keseluruhannya merupakan suatu bagian yang saling menunjang. Sekarang ibaratkan apabila mata anda tidak berfungsi lantas anda disuruh lari menuju suatu titik dimana anda dikondisikan tanpa bantuan alat-alat karena anda tidak memanfaatkan tangan anda atau tidak menggunakan telinga untuk mendengarkan perintah orang-orang disekitar anda. Kemungkinan besar akan kesulitan menuju titik tujuan anda. Lain halnya apabila kita menggunakan tangan untuk memegang tongkat, menggunakan telinga untuk mendengar, juga menggunakan mulut untuk bertanya kemana arahnya, mungkin bisa mempermudah jalan anda menuju tujuan tadi (asal jangan menggunakan alat reproduksi anda, itu beda masalah…hihihi).

Lantas kenapa ada apa dengan improvement?? Ehm..saya mulai dari satu kata yaitu LAWAN!! Eh salah, itu mah puisinya Widji Toekoel (Red.-aktivis korban impunitas orba), tapi maksud saya satu kata itu adalah SUKSES!! Hari gini siapa sih yang ga mau sukses?? Saya aja mau, masa anda-anda sekalian tidak?? Sukses, sebuah kata yang buat saya bisa memiliki tiga makna, pertama, sukses dalam mencapai tujuan tanpa memandang proses, kedua, sukses dalam menjalankan proses tanpa mencapai tujuan serta yang ketiga sukses dalam menjalankan proses juga mencapai tujuan. Ada kalanya kita mengganggap sukses setelah kita mencapai tujuan tanpa mempedulikan apakah proses yang kita jalankan itu haram atau halal, what the hell deh pokonya, kemudian ada juga yang disebabkan karena perfeksionisnya seseorang hingga dia menjalankan sebuah proses terstruktur sesuai rencana dan sangat-sangat rapih (sesuai standard professional lah pokonya) tanpa memandang akan berhasil mencapai tujuan atau tidak, nah mungkin hal tersebut adalah sia-sia, sangatlah sia-sia. Hey!! Kenapa tidak memikirkan pemaknaan sukses yang ketiga?? Sukses dalam Proses dan Juga Sukses Mencapai tujuan! Yup! That’s right!! Tinggalkan tipikal pemikiran orang Indonesia yang terlalu kolot! Makin dijajah aja kita ama pemikiran neo-liberal barat nih klo ketinggalan. Sukses yang baik adalah sukses yang mencapai tujuan melalui proses yang sempurna. Hmm..Kemudian, apa hubungan dengan Improvemen bang?? Wew…coba deh mari kita hubungkan, pertama untuk mencapai suatu sukses, kita akan menemui kesulitan ditengah proses, nah itulah salah satunya alasan kenapa kita harus mengimprove team kita agar sukses. Lagian kita ini team, ga mungkin yang satu berlari sedangkan yang lain ngesot, makin jauh aja arah kesuksesan itu. Well, marilah kita bersama-sama untuk maju, belajar, saling mengisi, kita sempurnakan team kita ini, kita tambal yang bolong-bolong dengan kemampuan kita, klo saya boleh mencomot jargon SBY-JK saat kampanye tempo hari mungkin saya akan berkata “Bersama Kita Bisa”.

Walhasil, kita instropeksi diri kita, kira-kira apa yang akan kita perbuat dalam sebuah team, yang akan membawa kita kepada kesuksesan. Improve dirimu akan memberi impact yang cukup besar kepada team, karena sebuah team tidak akan ada apabila tidak ada individu-individu didalamnya, pun pula sebuah team akan maju semakin cepat apabila isinya saling mendukung, dan isinya memiliki kemampuan untuk belajar, lagi-lagi saya harus mencomot perkataan orang lain, klo kata AA Gym mah, “Mulai dari yang kecil, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari sekarang ”. Jangan terlalu skeptis.

Oia, saya punya sedikit tips buat membentuk suatu teamwork

  • Sebuah bangunan akan kuat pula jika pondasinya juga kuat, oleh karena itu kita bangun pondasi. Pondasi kita adalah persamaan persepsi, persamaan visi, persamaan misi, membagi tugas dan fungsinya masing-masing (wekz..kaya mo bikin partai aja…hihihi..just kidding) so, beda pemikiran bakal beda haluan, yang satu kepingin kelaut, yang lain pengen kegunung.
  • Forming, storming, norming dan performing merupakan fase-fase dalam suatu perkembangan team, sehingga setiap bagian team harus saling bertanya, memberitahukan factor-faktor apa saja yang diperlukan agar dapat melangkah melewati setiap fase tersebut.
  • Rangsangan..ehm..(please don’t think some nasty thing), rangsangan dalam hal ini adalah hal apa saja yang bisa memotivasi kita-kita pade untuk dapat bekerja dengan baik, benar dan juga sesuai dengan harapan. Rangsangan dapat berupa gaji (ehemm..rada sensi dikit nih), work environtment (semua pasti betah klo tempat kerjanya nyaman kondusif dan preventif dari hal-hal yg tidak diinginkan, klo bisa sih seperti kantornya Google Inc.), bonus-bonus, dan lain-lain lah, tergantung ama yang mimpin mo ngasih rangsangan apa :P
  • Membangun dialog. Artinya: Ngobrol dong, kan udah pada kenal..hihihihi..sebenernya maksud saya adalah klo bisa ya mari kita berdialog, berkomunikasi, klo di InTrust mah ada pesan berantai dari shift 1 ke shift 2 lanjutkan lagi ke shift 3 tentang apa yang mesti dilakukan selanjutnya. Kalo ada masalah jangan dipendam sendirian, ntar klo mati masa mau ngubur sendiri juga?? Mana bisa lah…
  • Selanjutnya apa ya?? Bersenang-senang, mari kita bersenang-senang, koq?? Iyah betul kita bersenang-senang, anggaplah pekerjaan yang kita kerjakan bersama adalah sebuah game jaringan, dimana kita akan menyerang sarang teroris, kita bersenang-senang untuk saling menguatkan dan memberi semangat. Bukankah kita akan betah ditempat yang menyenangkan??
  • Oh yang paling penting!!! Ngumpulin uang buat beli gorengan, ehmm..trus dimakan bersama. Emang penting buat sebuah team?? Ouwh really?? Think twice man!! Pikirkan Kebersamaan! Terkesan kampungan tapi kebersamaan dapat dibangun, lagi-lagi hanya dari sepiring gorengan!! Tapi yang penting sih kebersamaannya bukan gorengannya …hihihi
  • Jangan pernah mau menjadi mesin industri!! Maksudnya, jangan pernah mau diperbudak oleh pekerjaan. Pekerjaan yang seharusnya membuat kita fun, menjadikan kita stress berantakan.
  • Udah habis.
Saya bukan Andrie Wongso sang motivator hebat negeri ini. Tapi sehebat-hebatnya dia, ga mungkin bisa berjalan tanpa ada kesadaran dari anda-anda pendengarnya :D.
Cape ah nulisnya, moga-moga sebanding deh dan argument-argumennya tidak sama seperti ketika saya membalas di Fighting Club di forum kaskus.us yang cukup konfrontatif…hihihihi


Nb: Nikmati hidup ini se-Rock N’ Roll mungkin, agar masa depan lebih baik dan doakan saya semoga dapat menghadiri setiap gigs-gigs metal, tanpa takut akan tragedi kematian 11 kawan diBandung terulang kembali. Jangan lupa buka http://www.duaberita.com
Continue Reading...

Saturday, December 22, 2007

Pandangan terhadap Organisasi


Teringat pada medio dekade 90-an ketika saya memulai menjajaki sekolah lanjutan pertama, tempat dimana saya mengenal sesuatu yang bernama organisasi, tempat dimana saya dicekoki pemahaman bahwa saya bukan anak sekolah dasar lagi, tempat dimana saya melihat warna seragam yang berbeda daripada 6 tahun kebelakang. Penataran P4, mereka menyebutnya seperti itu, disanalah setiap organisasi yang ada mempromosikan kehebatan-kehebatannya, disanalah manusia-manusia dengan pemikirannya berusaha dikendalikan suatu hirarki dimana ada pimpinan, kemudian ada wakilnya, ada bendaharanya, sekretaris dan keseluruhannya menjalankan suatu alur yang sangat-sangat terstruktur seperti yang terpampang pada karton buluk yang bertitle struktur organigram. Iming-iming yang begitu manis dipaparkan nyaris sempurna dan seolah-olah membodohi kami-kami yang baru menginjakkan kakinya pada level pendidikan yang lebih baik dari tempat kami semula berseragam putih merah. Rentetan teori mengenai keuntungan kami bergabung dalam susunan sistem yang mereka sebut ekstrakurikuler begitu membuai ibarat saya dan teman-teman yang baru masuk sekolah berada pada hamparan padang pasir yang begitu luas dan didepan kami melihat ada genangan air sedangkan dahaga begitu dahsyat mengeringkan tenggorokan yang membuat kami-kami berlarian mendekatinya yang pada akhirnya saya sadar bahwa itu semua hanyalah fatamorgana. Saya sempat tertarik bergabung dengan sebuah organisasi yang memiliki unsur kemanusiaan, kemudian saya pun mengambil formulir untuk diisi kemudian diserahkan kembali disertai dengan beragam syarat-syarat yang mudah untuk dipenuhi. Hingga pada akhirnya saya tahu bahwa saya dianggap tidak bisa bergabung karena dianggap tidak memenuhi persyaratan tanpa alasan yang cukup kuat hingga saya benar-benar menerimanya sebagai sebuah pembenaran. Belakangan saya sadar bahwa bibit-bibit busuk seperti yang ada dalam skenario mendapatkan jatah kursi di gedung parlemen sudah mulai tumbuh dikalangan anak belasan tahun negeri ini.

Tiga tahun terlewati dan dalam masa tersebut saya belum tergabung dalam organisasi-organisasi tersebut, saya merasa lebih senang berorganisasi yang sangat-sangat tidak terstruktur, yaitu nongkrong dengan anak-anak berandalan sekolah yang menganut pemikiran rock n' roll dan terkadang berkumpul bersama mereka terasa seperti sebuah candu, kadang menjadi sebuah muara ketika ada masalah personal dan orang-orang yang anti kemapanan tersebutlah yang mau dan benar-benar mendengarkan. Sempat suatu waktu saya ditegur oleh salah seorang yang tergabung dalam organisasi intra sekolah dengan nada sinis "Penampilan berantakan, tidak pernah rapih, tidak mencerminkan sebagai orang yang berpendidikan, lihat saya yang bisa menjadi anggota OSIS, dekat dengan guru-guru serta memiliki prestasi, kamu dengan keadaan seperti itu mau jadi apa??" Terus berlanjut "Saya memberikan prestasi bagi sekolah, mengharumkan nama sekolah, menjadi panutan yang lain dan mampu mengatur serta berjiwa pemimpin" DAMN!! That's really hurt me! dan saya pun tidak menghiraukan perkataannya hingga dia tahu bahwa dia kalah dalam bersaing mendapatkan nilai untuk beberapa pelajaran sehingga ranking nya berada dibawah saya yang cenderung urakan dan berpenampilan sekenanya. Sambil tersenyum mengejek saya berkata"Wah hebat euy, kamu bisa berprestasi seperti ini" sambil saya menunjukan rentetan angka pada raport yang cukup untuk menjatuhkannya bukan dengan kata-kata semata atau bacot belaka.
Arogansi kaum terorganisir sekolah semakin menjadi-jadi setelah yakin bahwa orang-orang berpengaruh yang mereka sebut pembina akan berdiri untuk mereka, hingga suatu waktu saya harus berhadapan langsung dengan buku hitam sekolah karena saya berani melawan dan berkonsekuensi untuk dideportasi dari institusi pendidikan tersebut. DAMN!! One more time!! I Got this sucks thing! Sejujurnya hal yang paling mengasikkan dari kejadian-kejadian tersebut adalah saya bisa merasakan hawa penuh tantangan, suasana perang mulut dan juga upaya perlawanan yang begitu gencar saya lakukan seperti ritme lagu-lagu yang acap kali saya dengarkan ketika saya kesepian. Teringat akan sebuah ikrar seorang skinhead dinegeri paman Sam yang filmnya saya lihat beberapa kali untuk saya mengerti apa maksudnya "Aku bukanlah Domba yang bisa digembalakan, Aku memiliki kebebasan berpikir, bertindak tanpa ada otoritas yang mengaturku, tanpa ada aturan yang mengikatku, tanpa ada tembok yang membatasiku. Do It Yourself!" kira-kira begitu potongannya (saya sudah lupa karena film tersebut saya tonton beberapa tahun yang lalu dan CDnya hilang). Terinspirasi dari tontonnan-tontonan yang serupa serta dibantu dengan lirik-lirik lagu Punk yang selalu saya perdengarkan melalui tape ringkih yang berada dipojokan kamar pengap, membuat saya begitu yakin akan setiap tindakan saya.

Perlawanan-perlawanan kepada organisasi-organisasi sekolah pun terus berkumandang sepanjang saya mengenyam bangku pendidikan, bahkan terus berlanjut hingga saya menduduki jenjang Universitas, hingga suatu Partai pun pernah mengajak saya menempati posisi "penting" agar Partai tersebut memenuhi syarat sebagai partai peserta pemilu, dengan sejuta prasyarat abal-abal demi suatu hasrat kepuasan orang-orang yang mencari jabatan. Damn! I totally have a bad sense if I sign with them!! Saya tetap menolak. Berdebat menjadi ritual untuk meruntuhkan kebakuan sistem-sistem organisasi-organisasi tersebut, hingga barisan ancaman dari yang kelas paling cemen hingga yang menyangkut nyawa pun dihadapi dengan semangat menggebu-gebu dan saya pun tidak pernah suka akan organisasi. Hari ini atau kapanpun saya lebih suka berjalan menantang melawan arah berlawanan sehingga saya bisa merasakan adrenalin yang hingga kini saya ngga tahu pasti kenapa saya harus memilih berkontradiksi dengan kemapanan organisasi. Mungkin birokrasi yang menyuburkan kebencian saya terhadap semua itu, karena saya pikir dengan beragam keteraturan organisasi itu akan muncul birokrasi-birokrasi yang menjadi alat dalam membuat kemapanan terstruktur makin subur.
Continue Reading...

Saturday, October 20, 2007

Sebelum Tidur Part 2

Tampaknya waktu tidak lelah untuk berputar. Sekali lagi saya pun harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah saya perhitungkan sedemikian rupa sehingga pada waktunya nanti akan benar-benar selesai. Bukan masalah disiplin atau profesionalisme, melainkan lebih kepada efisiensi waktu yang saat ini saya merasakan masa luang sepertinya sulit untuk ditemukan akibat dari padatnya jadwal antara yang penting dan tidak penting berjalan bersamaan. Walau hanya sekedar untuk bermain game atau sejenak menonton sampah di televisi pun tidak ada. Beberapa hari kebelakang saya pun harus menjalani training sebagai bentuk perpanjangan tangan dari pekerjaan. Hidup di dua sisi dunia yang berbeda membuat konsentrasi sulit untuk difokuskan pada satu titik. Ada kalanya saya melihat sebuah pekerjaan penting bermetamorfosa menjadi seperti makanan basi dan hambar untuk dinikmati sehingga membuat saya muak. Semua materi yang dicoba untuk dijejalkan kedalam kepala saya membuat kepala saya yang jika diketuk bunyinya tidak nyaring lagi karena otak saya berisi ilmu perpanjangan tangan dari pekerjaan. Mengingatkan saya kepada sebuah pertanyaan penting "bagaimana cara memasukkan gajah kedalam kulkas?", logikanya mudah, buka pintunya lantas masukkan gajahnya kemudian tutup pintunya. Ilustrasi tersebut juga berlaku ketika saya harus mempelajari sesuatu yang sebenarnya sebesar gajah tersebut dan otak saya hanya sebesar kulkasnya, itu pun hanya kulkas satu pintu. Yang lebih parah lagi adalah kulkas tersebut sebelumnya telah dimasukkan kuda, sapi dan singa, sehingga kepala saya pun penuh dengan pengetahuan baru yang melebihi kapasitas menyimpan memori kepala saya. Tapi biarlah, siapa tahu binatang-binatang tersebut mati kedinginan lalu dagingnya bisa dimakan. Sayangnya, saya tidak makan daging!

Sekarang dini hari, dan beberapa jam lagi saya harus sudah siap-siap menjalani rutinitas harian. Kerja dan kerja! Tapi sebelum tidur, rasanya tidak sempurna jika saya tidak melanjutkan tulisan yang sebelumnya. Saya tidak mau mimpi dalam tidur saya dikejar-kejar oleh "sebelum tidur part 1" yang terus merengek agar disambung dan tidak terbengkalai, kalau celana mah namanya ngatung! ...ah saya malam ini akan tidur 3 jam lagi seperti kemarin dan lusa. Saya bingung apalagi yang harus saya mimpikan malam ini. Apakah saya akan mimpi bagaimana cara start dan stop R/3, Oracle database, backup dan temannya, user administration, archiving, spool & print, background process, authorization, system monitoring serta masih banyak lagi area bermain SAP? st02, st03, st04, st06, db12, db13, db16, db02 atau sm37?? ah kode-kode itu masih diarea yang sama. kira-kira apa ya yang enak dijadikan mimpi? tidur dulu ah..

zzz...ZZZZ...

Continue Reading...

Monday, July 30, 2007

Sebelum Tidur Part 1

Tanpa disadari, apa yang selama ini saya jalani adalah rutinitas yang statis. Ada sedikit perubahan tetapi tidak cukup signifikan. Tinggal disebuah kota dengan udara yang panas yang selalu membuat saya muak dengan keseharian yang selalu saya lewati adalah apa yang memang seharusnya saya alami. Menjalani segala sesuatu yang itu-itu saja, melihat hal yang sama juga menikmati penyiksaan pekerjaan adalah hal yang lazim dilalui dalam rentang beberapa bulan kebelakang. Selalu saja saya teringat akan masa lalu saya yang selalu dibumbui oleh rasa senang serta canda dan gurau bersama kawan-kawan. Ingin rasanya keluar dari statisnya dunia yang dijalani sekarang dan kembali berkumpul melakukan sesuatu yang tidak penting dan tidak berguna namun cukup menyenangkan. Kawan-kawan lama sekarang ini telah disibukkan oleh rutinitasnya masing-masing, sehingga sulit untuk mencuri waktu mereka sesaat saja untuk sebuah alasan kesenangan belaka. Saya berpikir bahwa masa lalu yang indah tersebut telah hilang dan untuk sekarang sepertinya hanya mimpi belaka. Terkadang saya pun menyempatkan diri untuk sekedar keluar dan menyisihkan banyak nominal untuk menyenangkan diri sehingga saya mampu merasakan bahwa saya tidak berada dijalur yang tepat, juga merasakan hal-hal yang pernah saya rasakan pada masa lampau. Saat ini segalanya telah berubah dan mungkin akan terus berubah tidak seperti sesuatu yang pernah saya nikmati dahulu. Ketika saya harus dihadapkan pada suatu hal yang memeras kemampuan berpikir, menguras tenaga serta menyia-nyiakan waktu untuk uang belaka, maka saya harus memiliki alternatif bahwa saya tidak se-statis itu. Saya bisa merubah dunia saya kembali seperti apa yang pernah saya puja-puja, sebuah dunia yang menjadi hegemoni ketika dalam keadaan tertekan dan merasa bosan. Adalah wajar jika terkadang saya harus berhenti sejenak, lantas melihat hal lain diluar apa yang saya jalani. Ibarat sebuah kendaraan yang melalui ruas jalan yang telah ditentukan lalu merasa jengah dan terlalu dikendalikan, maka saya membuat kendaraan tersebut melalui jalan lain yang bisa membuat si supirnya segar kembali tanpa harus kehilangan kendali dan mengikuti rambu-rambu yang berlaku.
Tetapi saya adalah manusia biasa yang harus berada dalam kendali Tuhan. Tentunya beralasan meski alasan saya mungkin bagi beberapa kawan termasuk alasan seorang pecundang. Yang saya temukan setiap saat adalah sebuah repetisi yang telah diatur sedemikian rupa dalam bentuknya yang sangat menyebalkan. Secara pribadi saya ingin sekali memakluminya, terlebih saat ada sebuah pekerjaan yang terlalu membuat saya jenuh "Maaf saya permisi dulu kebelet kepingin pipis" dan mungkin hanya Tukul Arwana-lah yang mau kembali ketempat semula dengan jargon "kembali ke laptop" lalu begitu seterusnya tanpa ada perubahan signifikan.
Aneh memang, tapi itulah manusia pada umumnya, dimana mereka akan merasa bosan pada sesuatu yang terus dijalaninya. Kelakuan-kelakuan menyimpang menjadi sesuatu yang biasa mengingat apa yang dikerjakan adalah itu-itu saja. Sebenarnya sesuatu yang berganti itu masihlah tetap hal yang sama. Hidup dalam dua dunia yang saling berseberangan dan keduanya saling menyokong satu sama lain sehingga benar-benar berguna serta tidak membuat mual kemudian muntah lalu seterusnya bunuh diri. Habis!
Apakah sesimpel itukah pemikirannya? tentu saja tidak, mengingat jika dirunut dari latar belakang apa yang telah dijalani tidaklah segampang itu. Harus ada arah tujuan yang jelas dalam kacamata saya, sehingga saya pun harus mampu mengukur segala sesuatunya secara adil agar seimbang dan membuat iri salah satunya. Alhasil saya pun harus mengakhirinya dengan pemikiran "gimana nanti" yang senantiasa membuat saya percaya diri dan yakin bahwa pemikiran tersebut adalah sumber utama optimisme. Menjalani dan menikmati apa yang terjadi saat tulisan ini diciptakan sekedar untuk membuang waktu ditengah malam yang panas disebuah neraka yang bernama Jakarta. Sekarang saya sudah ngantuk dan harus tidur karena besok pagi saya harus melakukan ritual harian yang saya sebut dengan rutinitas alias KERJA! Welterusten!
Continue Reading...

Thursday, October 26, 2006

Graphic Designer Tai Andjing!! Laknat!!

Go to hell then give your design to satan..let him judge fuckin' u!! and u know what he say to you?
"Your design is like my fuckin shit!! and your shit is like your fuckin design!!"
WHEN U FINISH WITH UR DESIGN THEN U'LL PROUD, BUT IT'S NOT ABOUT DESIGN..IT'S ABOUT CAPABILITY!! UR ONLY COPYCAT FROM OTHER SHIT HOLE, SO YOUR DESIGN IS NOT LONGER THAN SHIT!! then u say "OMG, my design is like shit...am i shit too?" then i answer "yeaahh!!"

ur design using piracy software, that mean ur design is piracy too. fuck your own design, don't call yourself as a designer if u only can take other design to ur idea!! fuck you andjing!!!

KALIAN MEMANG HEBAT!! TAPI LEBIH HEBAT KALO GA DIPAMERIN!!! sok anjing gelut jeung aing!! aing teu sieun ka maraneh bel..karek bisa design kos kitu oge kaluman!!
VRIJEN ZONDER BETALEN!!! KLOTZAAK JIJ!! KUT!!

Kamu memang hebat pake software graphic, tapi tolong dong jangan pake software bajakan. Percuma kalo desain bagus tapi pake software bajakan alias barang haram. Hasil karyanya juga ga ada nilainya. kelaut aja anjing!! Baru bisa trace pake Corel aja bangga, norax bangke!!kaya udah bagus aja..Banyak yang lebih jago, ade gw juga SMP udah mampu ngebajak Adobe Photoshop ultimate edition. Pake pamer hasil di Friendster segala, padahal karya desain itu ga dinilai dari popularitas. Tapi dari inti dari semua tulisan ini bahwa karya kalian tak bermakna sama sekalian, cuma seperti corat-coret anak kecil alias sampah!!! tau sampah? ya itu muka lo tuh sampah!!!
muka lo tu tai andjing!! busuk dan laknat seperti goresan di desain loe pade...heheheheheh....
norax loe semua!!!

DESAINER LAKNAT!!

Continue Reading...

Thursday, September 07, 2006

Jejak tercatat

Jakarta, 2 September, Criiiing!!! Tiba-tiba saja ada seseorang yang mengirim message di MSNku, lalu kulihat, ahh ternyata Menno..menyapa "Hi Pak", lalu kusapa balik "Hi 2 Pak". "I will send an email" katanya.."Go ahead Pak" timpalku..setelah percakapan yang tidak terlalu panjang mengenai email yang berhubungan suatu pekerjaan rutin setiap weekend, lalu kulanjutkan aktifitasku dikantor..waktu mulai menunjukan pukul 4 dini hari sedangkan paginya aku harus menuju Depok lalu ke Bandung, maka kuputuskan untuk tidur walau sejenak. Lumayan bisa memejamkan mata selama hampir 3 jam dan teman2 pengganti sudah berdatangan. Mencuci muka lalu segera berpamitan..Aku menuju ke arah depok, ahh sialnya aku nyasar nyampe bekasi segala..sial bener-bener sial..kukira yang namanya pasar rebo cuma ada diJakarta, tapi ternyata di Bekasi juga ada. Aku salah naik angkutan..goblog!! knapa aku tak tanyakan sebelumnya..mana mata udah berasa berat dan siang semakin nyata, ditambah udara yang panas...bayangkan!! masa dari daerah Rasuna said sampe ke Depok dicapai dalam waktu 4 Jam..Jakarta-Depok via Bekasi..ahh hari yang sial!! sesampainya di rumah sodara di Depok untuk mengambil titipan, aku langsung berpamitan untuk menuju Bandung karena ingin bermalam mingguan diBandung..aku menaiki Bis yang langsung menuju Bandung, namun berputar dulu ke Bogor..hahh!! ko bisa? males ah nyeritainnya..Jakarta-Bandung via Bekasi, Depok, Bogor....

Bandung, 2 September, Tiitt..tiitt..Aww ada SMS bang..bang SMS siapa ini bang? ternyata dari temanku yang sudah menunggu kedatanganku. Aku tiba di rumah sekitar jam 5 Sore. Lalu aku membalas SMS temanku "Keur dimana euY?". "Urang keur diCiwalk, maneh kadieu lah" jawabnya kembali. "OK urang kaditu, dagoan! mun geus tepi ku urang bejaan"..Aku kira mereka lagi pada ngumpul di Circle K dago, tapi biarlah, yang penting bisa memanfaatkan weekend di Bandung."Ahh anjing!! dijalan ada razia! Polisi brengsek menghentikanku sebari berharap mendapatkan uang dariku..ah beruntung sekali kau pak!! mana SIMku telah habis masa berlakunya, akhirnya tawar menawar seperti biasa antara aparat dan korban tata tertib berkendara lalu disepakati aku ditilang sebesar 10000 rupiah, huhh padahal lumayan uang segitu bisa buat beli 234 sebungkus dan ada kembaliannya... Setibanya di Ciwalk ternyata ada acara model2 gitu..ah acara tai!! Bintang tamunya Maliq n D'essential gitu..ga selera pisan pokonyamah..tapi lumayan lah untuk cuci mata. Buanyak cewe-cewe muanis euy!! Bandung gitu lohh...Fuihhh capenya..!!aku memutuskan untuk pulang kembali sedangkan teman2 berlanjut kearah lain..sayangnya aku tak bisa ikut karena kelelahan..urang balik tiheula nya, cape euy..isukan we ulin deui bari urang neangan kaos jeung sweater..bye..pamitku kepada teman2 seraya menuju parkir motor.......

Bandung, 3 September, Tingtiting..tingtiting..ahh alarm berbunyi, hari ini hari minggu, aku harus ke gereja. Karena kangen dengan teman2 di gereja juga..pulang ke gereja lalu aku mengirim SMS ke teman untuk bertemu dan bershoping ria menghabiskan uang..hahaha..tak berpikir untuk membayar uang kosan itu gimana..ah yang penting bersenang-senang dulu..Aku tak membawa motor lagi karena takut kena tilang lagi euy..hehehe..aku mencari DIstro yang kabarnya menjual sweater dan kaos yang kucari sekalian membeli titipan kaos dan sweater mas Badrus dan mas Bowo teman sekosan yang mempunyai selera musik yang sama..gahar!!!"Habis euy, cobaan we teangan di Riotic atawa di Arena" kata si AA yang ngejaga..Damn!! Habis mas!! ntar saia carikan di distro lain, kataku dalam pembicaraan telepon..lalu aku beranjak ke distro dikawasan dago..ah sialnya disana aku hanya mendapatkan 1 kaos Burgerkill. Setelah dari sana aku dan temanku balik lagi ke Distro semula untuk mencari kaos yang tadi udah aku liat-liat.."rek kamana deui euy?" tanyaku kepada temanku, "Ah urang mah rek balik, rek sare, cape euy, acan balik tikamari" jawab temanku, " nya eunggeus atuh, urang rek ka DIpatiukur, ka warnet babaturan urang, tapi anteur urang heula nya..hehehe"jawabku..Akhirnya aku diantar kesana.Hari ini lumayan dapet 3 kaos!... Aku harus OL untuk mengirim e-mail contoh surat lamaran ke Miss Kobe teman FSku Coz ga enak udah janji ama dia sekalian ngeditin sedikit fsnya (sorry be, bingung mo ngeditnya gimana..hehehe..), fsnya cuma diedit sedikit secara gue (Haiyah...) bingung mo ngeditnya gimana ("Secara gue.."bahasanya kobe, "Haiyah" bahasa srimulat heheheh..)..pas lagi OL hhehehe..pas pisan momentna..EI OL juga.."hehehe..lagi dimana?" Criiing!" warnet biasa,", "Si saia ada dibandung yeuh",criing "ah hayu atuh maen"perbincangan itu berlangsung beberapa saat di YM hingga akhirnya aku dan EI memutuskan untuk ketemuan di warnet temenku..hehehe EI ketemu juga dan sedikit berbincang-bincang, dikasih freepass ke saparua euy sama si EI but I didn't bring my motorcycle, so i couldn't go there...EI sudah cabut duluan serta sudah malem euy dan pula aku lelah seharian berkeliaran di Bandung. Aku berpamitan kepada teman-teman.."yuu ahh urang balik heula, isukan urang kadieu deui".......

Bandung, 4 September, Damn!! Jam 11 siang, aku kesiangan bangunnya, padahal aku ada rencana ke pasar baru buat beli sesuatu...hahahaha (Rahasia deh..). Ke pasar baru hanya sebentar karena hanya mencari sesuatu tadi itu terus balik lagi kerumah. Sesampainya dirumah, aku langsung menyalakan komputer sambil mencoba sedikit pemrograman Web plus desainnya juga dong..ahh!! Jarum jam telah merapat ke angka lima, aku ingat kemaren ketika ke distro di Jalan kalimantan aku dapet info klo di BRaga Citiwalk ada acara, emm..ku SMS temanku "Woy Bos keur dimana? Jd teu ka Braga tea?"..huhHh lama sekali balesnya Tiit..tiit.."SOrry vet karek ngabales, urang geus dibraga, maneh gancang kadieu.." Segera proaktif, maka langsung kubales "Sip! urang kadinya ayeuna, engke mun geus aya diditu urg bejaan"
Tiit..tiit.."ku urang tungguan di taurus, gancangan.."Aku bawa motor ahh..persetan dengan polisi..Hehehe..aku segera berangkat menuju taurus..hahaha dia udah ada disana..lalu sedikit berdiskusi..bla..bla..(rahasia)..amer..amer..moal beja-beja, nyaho syukur, teu nyaho ge teu nanaon..hehehe..
minuman telah ditangan, saatnya menuju Braga Citywalk..Ketiak eh salah, maksudnya ketika..hehe..ketika sampai disana masih check sound..huhh sial!! kami mendapat info klo acara mulai jam 9, masih lama kali bahh..akhirnya kami menuju dipatiukur karena sekalian aku menuju warnet temanku dan ada janji pula ama Hendra, sekali lagi janji adalah hutang, so harus ditepati dong..aku sesampainya di Dipatiukur..eh salah ga langsung ke Dipatiukur, kami kesekeloa dulu..makan dulu, maklum perutnya udah memberontak..cuma sebentar lalu ke cafe Cikur(Cikur adalah panggilan pemilik cafe, sebenarnya sih cafenya ga punya nama..hehe)..warkop pinggir jalan tempat nongkrong semasa kuliah dulu..disana udah ada Hendra menunggu.."hehehe dra geus lila?" pertanyaan standar dariku sebagai pengganti say hello..ngobrol-ngobrol dulu bentar..ah aku mau OL dulu sebentar kewarnet temen, kan cafe Cikur dan warnetnya bersebelahan..OLnya cuma mo ngecek temen-temen yang di YM, aahhh..ternyata ada EI lagi OL..hahahha.."EI maen yuu" ajakku..ah sayangnya dia sibuk dengan teman-temannya sehingga ga bisa diajak maen..huhh...ya udah aku pamitan aja ama dia, tadinya mo diajak jadi temen ke BRaga..hehehe...ahh aku balik lagi ke cafe cikur melanjutkan obrolan tadi sambil sedikit bersulang..emm..jarum jam hampir mencium angka 9, ughh..saatnya cabut man!! "yuu ahh kita cabut" kataku..serentak teman-teman menjawab "Yuuuu..!!"Aku dan temanku menuju Braga sedangkan Hendra menuju rumahnya di kawasan Cimahi..sesampainya di Braga acara belum mulai, tapi sudah mulai ramai..emm ada Mila juga ketemu disana.."Mila sombong kaw" kataku.."hahaha.." hanya bisa tertawa..hehehe...dilanjutkan obrolan saling tanya kabar dan keadaan..yess.. acara sudah dimulai dan tiket sudah mulai dijual..Masuk ke dalam pas Lagi RESTRAIN maen..sedikit mengangguk-anggukkan kepala..setelah itu ada FULL OF HATE..waww band ini masih ada, masih ada powernya, aku ingat waktu masih sekolah dulu..hahahaha...dan terakhir melihat performa mereka saat acara One Blood 3 kalo ga salah..dilanjutkan dengan KOMUNAL..musiknya lumayan men..keren..keras..unik..hhahaha..dan yang paling dinanti-nantikan adalah band terakhir ini...BURGERKILL..huhh..Band yang ditinggalkan sang vokalis IVAN SCUMBAG..mengharukan!! aneh!! saat aku melihat 2 penampilan band ini tanpa IVAN ada perasaan terharu, teringat masa lalu, seperti ada yang kurang..Ohh IVAN.."SELAMAT JALAN KAWAN, BERISTIRAHATLAH DENGAN TENANG DAN DAMAI DIATAS SANA, AKU AKAN SELALU MENGENANGMU"...Tak terasa jarum jam telah condong ke arah jam 2 dini hari dan acara telah berakhir..ah tulisan ini harusnya udah masuk ke bagian selanjutnya dari tulisan ini, tapi karena masih nyambung, biarlah..heeheheeh...

Bandung, 5 September, ngguueeenngg...ku tarik gas sedalam mungkin agar lekas tiba dirumah..huh dingin sekali malam ini Bandung. Sesampainya dirumah Jarum jam udah tunduk dan hampir menyentuh angka 3..Tak terasa aku tertidur hingga pukul 13:00..10 jam men, lama juga ya..ehm..mungkin kecapean dan pengaruh dari amer..heheheh...hari ini aku tak ada rencana kemana-mana, aku ingin beristirahat, mengumpulkan tenaga, dan sedikit menulis serta kembali berpetualang di komputer tercintaku ini..cerita hari ini mungkin ga terlalu panjang. Tak ada yang rame..

Bandung, 6 September,Ga ada yang spesial, cuma bangun siang aja yang spesial, trus pamitan ama keluarga juga spesial...heheheh..selebihnya ntar diceritain di bagian berikutnya...

Jakarta, 6 September,Fuihhh...sekitar jam 5an udah nyampe di daerah Cilandak, sengaja turun di Cilandak dan tak diteruskan ke Lebak Bulus, hehehe...sedikit-sedikit tau Jakarta euy...langsung menuju kosan, makan dan ngobrol-ngobrol ama temen kosan..jam udah menunjukan pukul 8:30, aku bergegas ke kantor, karena hari ini masuk malem dan dateng lebih awal..busseeettt!! mailboxnya banyak email man..diitung-itung ada 200an mail yang masuk..hehehe..karena dasar pemales, ga aku baca semua, dibaca yang sekiranya penting dan memang harus dibaca..selebihnya cek-cek friendster dan myspace...hahhh..selesai juga catatan perjalanan ini..tak ada gading yang tak retak, akhir kata aku ucapkan syukur dan maap buat teman-teman yang namanya tercantum disini, ga ada kalian ga lengkap ceritanya (masa pake si A dan si B? ga rame domzzz...)
Catatan ini merupakan kisah nyata sedikit modifikasi agar ramai dan tidak monoton..thanks and cheers...

Continue Reading...

Saturday, August 12, 2006

Aku Busuk Mereka Tidak

Waw!! Sebuah statement negatif itu kembali menunjukkan dirinya. Ternyata rasist itu tak mudah dihilangkan dan nyatanya di negeri ini masih bermunculan selentingan busuknya. Berangkat dari suatu pemikiran narsisnya, mereka mulai menjajal segala cela dan mengangkatnya menjadi sebuah issue yang sempurna untuk dikonsumsi oleh umum. Penggambaran citra diri negatif seseorang yang tidak layak dipublikasikan pun kembali mencuat diantara mereka dan berusaha mereka tumbuhkan menjadi suatu stigma negatif agar seseorang yang mereka anggap tidak layak bergabung menjadi benar-benar tidak layak! Fuck their moneys, fuck their obsessions, i don't need their shits!!
Coba bayangkan apa yang akan kau rasakan apabila dirimu di diskreditkan oleh orang-orang yang semula dirimu pikir bahwa mereka adalah orang-orang yang berpotensi untuk dijadikan teman namun ternyata apa yang semula tumbuh di dalam pemikiranmu berbeda cukup signifikan. Diriku tak pernah takut untuk bersaing dengan mereka, diriku juga punya kemampuan, diriku juga mampu bergerak sendiri tanpa mereka pun, diriku mampu hidup tanpa mereka, dan apa yang ada dalam pemikiran mereka tak pernah membuat diriku takut dan gentar untuk terus bergerak. Mencoba untuk keluar dari rasa ragu dan gelisah. Diriku mampu untuk berideologi dan melawan karena tanpa mereka pun aku bisa berdiri dan beraksi dengan jalanku sendiri. Aku memang busuk dan mereka tidak.

Continue Reading...

Saturday, August 05, 2006

Tempo hari di Saparua....

Sekedar flashback beberapa tahun kebelakang!!
Tiba-tiba saja diriku berada diantara manusia-manusia yang menemukan kebebasannya..dari masberto hingga para hardcore begundal..bersatu padu bergerak serentak..ada Themfuck teriak "Do The Fight", ada Arian bersenandung sangar, ada Alm. Ivan Scumbag berteriak SAKIT JIWA!!, Kimink Dajal, Yadi Gembel dan sederetan orang-orang yang menghibur dan membantu melepaskan penat serta keresahan yang terjebak dalam pikiran dan tubuhku..

Saparua!! ritual ditempat itu berlangsung tanpa terlewatkan..ditunggu..didatangi..hingga berharap tak pernah mati...hingga kini dicari..namun birokrat brengsek yang lebih mengutamakan kepentingan pribadinya bermunculan..berusaha menunjukkan niat busuknya..

Tiada tempat seindah Saparua..Tiada tempat seramai Saparua..Tiada tempat sebebas Saparua..karena itu kembalikan Saparua..agar kami bisa berkreasi dengan kerasnya musik, dengan kentalnya campuran alkohol, dengan ideologi kami yang abadi..

Ingin diriku berada disana kembali..bertemu rekan seperjuangan dalam dunia yang tak pernah dilirik oleh media komersil, dunia yang selalu dilirik celah keuntungannya oleh para kapitalis busuk namun tak pernah menemukannya...
Selamat tinggal Saparua, Kenangan indah itu tak kan pernah ada lagi...

Diriku pernah disana!! dan akan selalu teringat saat itu!!

Continue Reading...

Sunday, July 16, 2006

Bdg, 14 July

Tanpa berfikir panjang, kusambar jaket kebesaran yang selalu kupakai yang berada di kursi paling ujung sebelah kiri pada baris kedua jajaran meja kantorku. Waktu itu hampir menunjukkan pukul 15:00 tepat. Setelah jaket ku pakai, lalu diriku menghampiri komputer yang berada di tengah-tengah pada barisan ketika jajaran meja kantor untuk mengisi absen sebagai ritual yang harus dijalankan sebelum angkat kaki atau ketika akan setor diri. Setelah melakukan ritual harian tersebut lalu aku segera mengkolektifkan pamitku untuk menghemat waktu kepada teman-teman seperjuangan dalam mencari nafkah. Segeralah diriku meluncur menuju kosan yang dapat dicapai dengan jalan kaki, sebelum sampai di kosan diriku sengaja singgah dahulu di warteg langganan untuk mencari isi perut, maklum perut sudah berteriak tak jelas merengek minta rekan. Setelah tiba di kosan, segera diriku membersihkan diri dengan mandi lalu memeriksa perlengkapan perang yang akan dibawa menuju medan perang. Tas ransel kebangganku itu hanya diisi dengan 2 potong pakaian dan 2 potong celana panjang dan pendek karena pakaianku di Bandung masih banyak. Setelah semua perlengkapan sempurna di tempatnya, lalu aku bergegas terbang menuju terminal lebak bulus, sesampainya di terminal tersebut, diriku langsung menghampir bis-bis yang telah gagah berani berada di terminal tersebut. Dengan seksama kuperhatikan bis mana yang menuju kota tercinta itu, sambil terdengar suara-suara dengan nada menawarkan dari para calo terminal yang kesannya seperti para sales yang menawarkan produk. Akhirnya kutemukan bisnya dan langsung masuk ke dalamnya untuk duduk tentunya.

Perjalanan menuju kota tercinta berlangsung selama kurang lebih tiga setengah jam, walau sempat tersendat di daerah cawang akibat banyaknya kendaraan yang berkumpul disana bagaikan semut-semut yang menemukan gula namun tidak terorganisir dengan rapi. Sekitar pukul delapan lebih, bis keluar dari mulut tol Pasirkoja menuju terminal Leuwi Panjang. Aku turun di Kopo lalu segera mencari angkutan kota yang menuju rumahku. Setibanya di rumah, diriku disambut hangat keluarga seperti tentara yang pulang dari medan pertempuran dengan selamat.

Di ruang tamu ada beberapa orang rekan atau teman dari Bapakku, rupanya malam itu ada suatu persekutuan yang selalu berlangsung dirumahku. Tak lupa, diriku pun menyapa nenek tercinta yang wajahnya memancarkan keceriaan ketika tahu diriku tiba. Segera ku salami dia agar pancaran keceriaannya semakin terang.

Rumah telah sepi, lalu aku menuju kamarku untuk menyapa komputer tercinta yang telah lama tak ku sentuh, sekedar menanyakan kabar dan memeriksa apakah dia baik-baik saja. Langsung saja aku membuat komputerku bersenandung lagu-lagu Dream Theater, Iron Maiden, Green Day hingga lewat tengah malam. Mata mulai berat untuk menahan tatapan rinduku kepada ruangan kecil yang dapat membuatku terlelap pulas. Komputer aku matikan lalu segera aku lompat ke kasur sambil menarik selimut yang telah lama kurindukan untuk digunakan.

14 Juli aku terbangun agak siang, maklum tadi malam aku terlelap agak lambat karena harus berkangen-kangenan dengan komputerku. Segera saja ku kontak teman-temanku dan kuberitahukan bahwa diriku berada di Bandung. Akhirnya aku membuat janji dengan mereka pada sore harinya di Circle K Dago deket Dago 34, sebuah tempat yang sangat kurindukan. Diriku menyempatkan berbelanja kebutuhan fashion sebelum bertemu dengan teman-teman. Beberapa distro pun aku singgahi sekedar mengetahui dan membeli barang-barang apa yang sedang trend di kota Bandung. Waktu bertemu dengan teman-teman pun hampir tiba, segera aku memberi tahu kepada mereka bahwa diriku akan segera mendekat ke lokasi pertemuan. Sengaja diriku tidak singgah dahulu kerumah agar tidak terlambat. Ketika diriku tiba di sana, beberapa orang temanku telah menungguku disana, salam hangat dan pelukan berjatuhan untuk melepas rasa rindu. Maklum kami adalah teman satu komunitas yang selalu berpikir independent. Aku menuju ke dalam Circle K
, lalu ku sambar 2 botol Heineken dan 2 bungkus roti serta sebungkus 234, tidak lupa sebungkus kacang kulit untuk melengkapi. Ku sajikan di depan teman-temanku, lalu mulai lah kami berbincang-bincang ditemani dengan beers untuk lebih menghangatkan suasana. Serasa menjadi Hooligans di Inggris saat itu.

Diriku tidak lama berada disana, karena harus segera menuju Cicaheum untuk menuju rumah teman dengan maksud mengcopy lagu-lagu Hellowen, Iron Maiden, Dream Theater dan lagu-lagu rock, metal, progressif yang ada disana untuk ku bawa jika aku kembali ke Jakarta. Malam mulai larut dan diriku bergegas untuk pamit kepada teman karena besok 15 July aku harus kembali ke Jakarta. Kutunggangi kuda beroda 2 ku lalu kupacu dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat menuju rumah.

Sesampainya dirumah, diriku langsung merebahkan diri karena seharian aku bergerak seputaran Bandung. Tulang terasa ditusuki dan badan terasa dipukuli namun semua itu sirna karena tergantikan oleh hal-hal yang kurindukan selama aku di Jakarta.

Keesokan paginya diriku merasa segar kembali setelah semalam merasakan tidur yang dipeluk hangat oleh selimutku. Udara semalam memang benar-benar dingin menusuk tulang, udara yang tak pernah kutemukan di Jakarta. Aku mulai mempersiapkan perlengkapan untuk kembali ke Jakarta. Kumasukan beberapa T-Shirt yang belum kubawa ke Jakarta dan makanan perbekalan di jalanan.

Jarum jam mulai melewati angka 12 dan aku harus kembali ke Jakarta sebelum matahari kembali ke tempatnya, belum lagi untuk mengantisipasi macetnya jalanan karena kaum urban yang bertujuan tidak jelas menurutku. Setelah berpamitan dengan ibu, adik serta nenekku, aku segera melangkahkan kaki dengan perasaan haru biru sambil berharap dapat segera kembali ke Bandung. Kota tercinta tempat aku dilahirkan dan dibesarkan. Kota dengan komunitas Independent dan pergerakan lokal yang tak pernah mati.

Aku ingin kembali lagi nanti, Tunggu aku Bandung!! Siapkan beers dan mari kita ber Rock N' Roll!!

Continue Reading...

Monday, June 05, 2006

My Dream Come True...

Damn!!! they really came...came to my country!! and especially to my lovely city THE EXPOITED!!
They're my dream when i had junior middle school..till now they still kickin' ass..

Great live performance, and nice gigs i think.. biggest punk party on June...but it's unlucky, i didn't bring camera...great moment was lost...
they brought almost 20 songs more..Wattie had nice act, although he's old but he had big power to make us body surfing in moshing area..
what a nice experience in my life!!


~Still Young, Still Drunk, Still Punk~

Continue Reading...

Friday, June 02, 2006

Membakar Jakarta

Hell yeah.... Now i live in Jakarta..The sucks capital city in Indonesia..feel like in hell, there're a lot of ridiculous people here. Odd person and hot air.. huhuuhuh..fell geting old before my time.
I can't find many stuff like at Bandung. I can't hanging out..like foreign shit...
Continue Reading...

Monday, April 10, 2006

Antara aku dan GREEN DAY

Hidup dengan berbagai masalah yang cukup pelik, menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang mendalam serta dibingungkan dengan probabilitas-probabilitas yang tidak dapat diketahui hasil akhirnya.
Ku cari pelarian yang cukup positif sehingga diriku tidak berkubang dalam rasa bersalah. AKu bertemu Green Day dalam dunia mimpi, aku sadari bahwa musik mereka bukan sekedar musik tetapi sebuah arti dan makna yang dapat menggali pemikiranku ke arah yang lebih bijaksana dalam menyikapi segala sesuatu, musiknya kuanggap sebagai media pendistribusian pesan yang berarti dan dapat dimaknai. Bukan sekadar musik, tetapi ku anggap sebagai "Soundtrack of My Life". Diriku yang penuh dengan keragu-raguan dan tidak pernah dapat dimengerti dapat merubah pandangan diriku saat mendalami suatu liriknya.
Setiap lirik kutelusuri, berusaha untuk mengerti masa kecil mereka yang keras dan ikut merasakannya, aku mengerti dan aku menghargai segala duniaku,

Gotta make a plan
Gotta do what's right
Can't run around in circles
If you wanna build a life
But I don't wanna make a plan
For a day far away
While I'm young and while I'm able
All I wanna do is.....


When you've lost all hope
And excuses
And the cheapskates and the losers
Nothing's left to cling on to
You gotta hold on...
Hold on to yourself

When I was a kid, I thought
I wanted all the things that I haven't got
Oh, but I learned the hardest way
Then I realized what it took
To tell the difference between thieves and crooks
A lesson learned to me and you

Tiga bait diatas yang kupetik dari lagu mereka cukup berarti mewakili segala perjuangan segala masalah dilematis yang dihadapi dan menyikapinya. Dengan penuh semangat kuakui bahwa itulah sikap yang harus ku ambil!!!GREEN DAY!!!!
Continue Reading...

Thursday, March 30, 2006

Gayaku dikawasan jalan Braga Bandung

Free Image Hosting at ImageShack.us
Ah teuing aing mah pokona ngan bergaya hungkul, hayang nyaho dunia maya teh kumaha...ner teu?
Continue Reading...

Tuesday, March 28, 2006

My First Posting

Hi aku Yafet Santo

ini adalah posting pertamaku di blogspot....

mudah-mudahan akan terus berlanjut....

keep rock and roll with me

still young...still drunk...still punk!!!!
Continue Reading...
 

+dimanaanakku+ Copyleft © 2009 AllFight Deserved | WoodMag is Designed by Ipietoon and Modified by Yafet St. OfGod