Thursday, February 01, 2007

Agama dan Ideologi

Kritik terhadap surga menjelma menjadi kritik terhadap alam nyata; kritik terhadap agama menjadi kritik terhadap hukum, dan kritik teologi menjadi kritik politik. Kesal..aku kesal.. setiap kali selalu ada saja yang melihat apa yang kupercaya dan mendiskreditkan diriku karena diriku berbeda..diriku tidak layak..diriku asing..
Kalian tak pernah tahu apa yang kupercaya, apa yang kupegang dan apa yang kupuja. Tuhan menciptakan warna tapi tidak untuk diskriminasi, Tuhan menciptakan perbedaan tapi tidak untuk permusuhan..kita setara..semua manusia setara..tak ada yang dominan..tak ada superioritas..sederajat..
Dulu diriku adalah teman, rekan, kerabat, sahabat, bahkan saudara..tapi hanya karena apa yang kusembah kini diriku musuh, rival, sampah, bahkan binatang..kalian puas?
Kalian hebat..lebih hebat dari apa yang terlihat..pada diriku yang laknat..yang tidak layak dapat hormat..yang tidak layak menjadi sobat..yang tidak mendapatkan kesempatan untuk bertobat.. dari diriku yang kelam..misterius..
Kini diriku hanya bisa terikat oleh keragu-raguan, ketidakpercayaan yang kalian tanamkan pada diriku karena diriku berbeda..
Kalian terlalu melihat dari mana asalku, apa agamaku, apa sukuku, apa sifatku..
Terserah..terserah..kalian mau muntah..memukulku hingga berdarah.. memberiku sumpah serapah..menganggapku sepah..menganggapku sampah..

Campakanlah diriku jika memang tak layak..duniaku berbeda..agamaku berbeda..kepercayaanku berbeda..
lebih baik diriku dibuang, diasingkan, ditendang daripada harus menyerah pada kemunafikan, harus berhianat pada kepercayaanku, harus menjadi penjilat..
dan aku percaya bahwa di bawah kolong langit ini tiada nama lain yang olehNya kita telah diselamatkan......aku siap dikubur dalam hinaan dan diskriminasi..

Manusia,yang telah mencari seorang dewa di angan-angan fantasi dan hanya menemukan pencerminan diri sendiri, tidak lagi akan bersedia untuk hanya mendapati pencerminan diri itu -- cuma mendapati seorang non-manusia, di tempat dia sedang mencari dan harus mencari inti diri yang sejati.

Landasan untuk kritik sekuler adalah: manusialah yang menciptakan agama, bukan agama yang menciptakan manusia. Agama adalah kesadaran-diri dan harga-diri manusia yang belum menemukan diri atau sudah kehilangan diri sendiri. Namun manusia bukanlah suatu makhluk yang berkedudukan di luar dunia. Manusia itu adalah dunia umat manusia, negara, masyarakat. Negara ini, masyarakat ini menghasilkan agama, sebuah kesadaran-dunia yang terbalik, karena mereka sendiri merupakan sebuah dunia terbalik. Agama merupakan teori umum tentang dunia itu ... Agama merealisasi inti manusia dengan cara fantastis karena inti manusia itu belum memiliki realitas yang nyata. Maka perjuangan melawan agama menjadi perjuangan melawan sebuah dunia nyata yang aroma jiwanya adalah agama tersebut.

Kensengsaraan agamis mengekspresikan kesengsaraan riil sekaligus merupakan protes terhadap kesengsaraan itu. Agama adalah keluhan para makhluk tertindas, jantung-hati sebuah dunia tanpa hati, jiwa untuk keadaan tak berjiwa. Agama menjadi candu rakyat.
Menghapuskan agama sebagai kebahagiaan ilusioner untuk rakyat, berarti menuntut agar rakyat dibahagiakan dalam kenyataan. Maka tuntutan agar kita melepaskan ilusi tentang keadaan yang ada, menjadi tuntuntan agar kita melepaskan keadaan di mana ilusi itu diperlukan...

Kritik telah merenggut bunga-bunga imajiner dari rantai, bukanlah supaya manusia akan terus mengenakan rantai yang tak terhias dan suram itu, melainkan agar dia melepaskan rantai itu dan memetik kembang hidup.
Maka begitu dunia di luar kebenaran itu hilang, tugas ilmu sejarah adalah untuk memastikan kebenaran dunia nyata ini. Begitu bentuk suci dari keterasingan manusia telah kehilangan topengnya, maka tugas mula bagi filsafat, yang menjadi pembantu ilmu sejarah, adalah untuk mencopot topeng keterasingan dalam bentuk-bentuk tak suci.

Continue Reading...

Friday, January 12, 2007

Aku masih ingin menulis

Adalah bagaimana kata dapat menjadi senjata - berubah dari pemikiran menjadi derita - para kaum pemuja berita - fashion dan kebutuhan hedonisme semata - mengutuk tidur menjadi insomnia - menembus kepala setiap pembaca - menebas leher menebar duka - memperkosa otak menjadi prosa - mengatur jajaran huruf menjadi indahnya rima - merubah ungkapan bodoh menjadi retorika - mengundang kesucian menjadi dosa - mendefinisikan anti estetika - menjadi kultur pemberontakan norma - menentang mereka yang mengatasnamakan tuhan - persetan dengan agama dan ayat-ayat yang dibacakan - untuk popularitas yang berlandaskan suatu kebutuhan - untuk mereka yang menganut kemapanan - berdiri dan bergerak tanpa haluan - dan siap untuk kulempar kedalam sekam sekaligus kujatuhkan - untuk setiap jengkal pemikiran yang mereka pertahankan - menebas komunitas tanpa batasan - melahirkan tragedi menakutkan - bagi kaum yang memakai sorban - menjadi kolektif calon pemakai kafan - merubah eksistensi menjadi moral urakan - berdefinisi busuk tak terungkapkan - mengantarkan setiap argumen menjadi sebuah kematian - mengintepretasikan bentuk yang hanyalah partisan - melewati aturan dan menjadi yang terdepan - melawan setiap kawan menjadi lawan - layaknya usaha kaum bolsyewik yang cukup bengis - menjatuhkan setiap parameter kapitalis - menyulapnya menjadi sosialis - melawan fasis dan mendirikan anarkis - beraliansi dengan ungkapan puitis - mendirikan kepercayaan menjadi gerakan praksis - juga menjatuhkan pergerakan setiap korporasi taktis - melawan tirani tai hingga berada dibalik teralis - merubah segala yang abstrak menjadi realistis - menghilangkan segala macam bentuk hirarkis - kombinasi busuk dan ungkapan manis - konspirasi radikal dan pemikiran kritis - meregang nyawa menghadapi kaum nasionalis - melawan melalui ide dan tulisan praktis - karena aku masih ingin menulis
Continue Reading...

Monday, December 11, 2006

The 13th salary

Pagi-pagi seperti biasa kubuka Inboxku, kulihat sebuah e-mail yang perlu tanggapanku...email yang menantang untuk ditanggapi. Ada nama institusi yang sengaja saya ignore agar tidak terjadi kesalahpahaman. Berikut ini emailnya:

From: Akmal Budi Yulianto
Sent: Tuesday, December 05, 2006 3:34 PM
Subject: Perlu mempertimbangkan



Salam kesejahteraan ,

Konon kabaranya swasta lebih baik daripada negeri , perhatian di segala bidang dan aspek ,

Konon kabarnya pula , swasta lebih diperhatikan daripada negeri ,

Konon kabarnya di kepegawaian negeri ada istilah tentang GAJI ke 13 padahal setahun hanya 12

Gaji ke 13 adalah bentuk apresiasi dan penghargaan serta wujud perhatian kepada para karyawan

Kiranya perlu dipertimbankan agar gaji ke 13 masuk dalam pembahasan di tingkat “elite” ixxxxt atau AxxxA

Gimana sodara Yafet … ada tanggapan ????


Akmal Budi Yulianto ( ABY )





Lantas aku membalas email tersebut seperti berikut:




From: Yafet Santo Nugroho
Sent: Wednesday, December 06, 2006 2:55 AM
Subject: RE: Perlu mempertimbangkan


Hark and Behold,

Mari kita lihat dari sudut pandang positif dan negatif. Ungkapan “konon” sejatinya adalah ungkapan yang tidak pasti, ungkapan lama yang berusaha memberi stigma positif yang berusaha mendobrak pemikiran orang-orang yang dibodohi. Swasta lebih baik daripada Negeri itu juga tentatif, karena tergantung apa yang ada pada struktural dan fundamental dari paradigma institusi tersebut. Jika pihak swasta berorientasikan pada keuntungan belaka, pada pemikiran kapitalis atau pada privatisasi, mungkin kata lebih baik itu sebaiknya dihilangkan saja. Namun akan berbeda halnya jika pihak swasta itu memang berusaha untuk berpikir kesetaraan, berpikir persamaan hak didalam tubuhnya, atau mengutamakan kepentingan bersama, mungkin bisa dibilang lebih baik. Intinya adalah baik swasta maupun negeri, sama saja mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dan menekan modal serendah mungkin. Gaji ke 13 itu hanya bentuk pembodohan saja. Tanya Kenapa? Dengan pemberian Gaji ke 13, berarti secara tidak langsung kita akan berpikir bahwa perusahaan memperhatikan kita, namun jika kita telusuri lebih jauh, ada suatu tujuan tertentu dari perusahaan yaitu “keuntungan”. Setiap pencarian keuntungan, akan ada yang dikorbankan. Gaji ke 13 tersebut hanyalah motivator fiktif, karena kita akan termotivasi untuk bekerja lebih baik, namun kita akan sadar jika kita mempertanyakan apakah seimbang antara pemberian gaji ke 13 dengan apa yang kita lakukan.

Percuma saja jika ada gaji ke 13 tetapi kita tidak mendapatkan kesejahteraan, kenyamanan, alih-alih kita bisa membuat kecemburuan antara kita dengan divisi lain dalam tubuh perusahaan tersebut. Baik swasta maupun negeri sebenarnya hal tersebut berlaku. Alangkah baiknya kita berdiri sendiri, tanpa ada tekanan, tanpa ada gaji ke 13, tanpa ada sistem yang berusaha mengatur selama kita masih mampu berjalan dengan pemikiran terbuka dan terpola. Maju bersama dan jatuh bersama. Dengan berdiri sendiri berarti kita bisa mengatur jalan kita sendiri tanpa ada otoritas yang membayangi, tanpa ada sistem bentukan yang berusaha membatasi jalan kita. Jadi yang terpenting adalah bagaimana kita memperkuat diri kita sendiri sehingga kita mampu berdiri sendiri dan berusaha menggempur benteng-benteng birokrasi yang menyulitkan kita bergerak.

Intinya adalah tentang bagaimana mengubah "kerja" menjadi sebuah permainan yang menggembirakan dimana semua orang yang terlibat di dalamnya dapat bersenang-senang. Tapi entahlah bagi kalian semua, apalagi bagi para pecandu kerja di luar sana yang seringkali tidak dapat berpikir dan melakukan sesuatu selain mengabdikan dirinya pada dunia kerja. Sesuatu yang mengingatkan saya pada sebuah slogan saat terjadi revolusi Paris 68: "Seorang yang selalu bekerja tidak akan pernah mengerti lagi apa yang harus ia lakukan selain bekerja". Menyedihkan? Hmmm…

Jadi tanggapan saya juga tergantung atas dasar apa kita mendapatkan Gaji ke 13. Kalo memang gaji ke 13 tersebut cukup prospektif, cukup menyejahterakan, cukup nyaman, cukup memberikan kebahagiaan, cukup sebanding dengan apa yang kita kerjakan atau menggembirakan buat kita, kenapa tidak kita ambil. Namun jika gaji ke 13 tersebut hanya akal-akalan direksi agar kita terbuai dengan apa yang ditawarkan perusahaan sehingga perusahaan mendapat keuntungan sebesar-besarnya dan yang sejahtera hanyalah mereka yang memiliki jabatan atau kekuasaan tanpa memikirkan kitalah yang membuat mereka sejahtera, buat apa gaji ke 13 tersebut. Jika kita hanya ingin dibodohi, buat apa gaji ke 13?

"Kebebasan tidak akan pernah dapat direalisasikan sebelum saatnya lewat dimana buruh tidak lagi perlu bekerja di bawah dorongan kebutuhan dan keperluan eksternal" Karl Marx



Regrets,
Yafet Santo Nugroho
Continue Reading...

Wednesday, November 08, 2006

Ekspresi Tawa dan Air Mata

Hari ini aku berjalan dan berkeliling, diluar sana aku menemukan berbagai ekspresi, namun aku hanya tertarik pada dua raut wajah. keduanya menyiratkan kontradiksivitas ekspresi. Keduanya pun adalah pemandangan lazim yang sering kutemui sebagai suatu akibat dari pengalaman setiap manusia.

Ekspresi pertama merupakan pemandangan keindahan. Disana aku melihat wajah yang dibalut senyum keceriaan. Kesenangan bagai seorang yang baru keluar dari kegelapan dan menemukan cahaya. Bagai seorang yang baru saja bebas dari tekanan. Bagai seorang yang baru saja menendang masalah dari dirinya. Bagai seorang yang baru saja mengeluarkan jiwanya dari dilematika kehidupan. Tampak seperti cahaya yang abadi yang selalu dan terus bersinar. Bahkan tanpa dorongan apapun dia mampu terus memancarkan cahaya, dia mampu memancarkan keceriaan, bagai surya yang tak peduli apakah manusia suka atau tidak dengan cahayanya. Suatu pesan tersirat dari ekspresinya, suatu ajakan untuk saling tersenyum terhadap semua orang yang ditemuinya. Senyum yang sama sekali memusnahkan kebencian, tawa canda yang sama sekali memadamkan amarah, keceriaan yang sama sekali tak dapat digambarkan antara pena, kertas dan ide untuk menulis. Disana aku menemukan sebuah harapan. Harapan untuk menyapa dan sekedar berkata "hai apakabarmu teman?"

Ekspresi kedua adalah kehancuran, dimana aku melihat suatu dunia yang sama sekali buram, kelam tanpa keceriaan. Disanalah aku menemukan suatu pemikiran bahwa ada saatnya aku berada disana. Suatu posisi yang berusaha dimusnahkan oleh para penganut hedonisme sejati. Suatu ekspresi yang dianggap hilang harapan. Suatu tatapan hampa dan kosong tanpa langkah yang pasti. Bagaikan seseorang yang baru menemukan kegelapannya, bagaikan seseorang yang berada dibawah awan mendung kehidupannya. Tak ada lagi langkah yang dapat dilakukan untuk suatu pencapaian, seolah segalanya adalah tak mungkin. Tak ada cahaya yang akan meneranginya lagi. Seolah dunia ini berhenti berputar dan seolah segala usaha adalah sia-sia.

Setelah aku menemukan kedua ekspresi itu lalu aku segera beranjak meninggalkan semuanya itu. Itulah kenyataan yang tertangkap oleh pikiranku. Selalu saja ada dalam setiap raut wajah ketika mendapatkan suatu pengalaman. Dan aku pun yakin, suatu saat nanti aku akan seperti itu. Saat ini yang kuinginkan hanyalah ekpresi kedua pada kulitku dan ekspresi pertama pada hatiku. Aku ingin mengelabui orang-orang disekitarku, aku ingin menyimpan dendam ini sendiri, aku ingin semua amarah ini kukubur dan kubiarkan ia berada disana selamanya tanpa ada yang mengetahuinya. Seolah emas yang dicari orang, namun bagiku itu hanyalah kebusukan yang patut kusimpan dalam kotak rahasia lalu kukubur sedalam-dalamnya di antara pondasi rumah, lalu kubeton sekeras mungkin bahkan sebuah bom atom pun tak dapat menghancurkannya.

Ahh..ternyata mentari telah mulai menampakkan cahayanya dan secangkir teh hangat telah mulai dingin serta sebungkus rokok pun telah berubah menjadi kotak kosong...emmm...saatnya tidur......
Continue Reading...

Thursday, October 26, 2006

Graphic Designer Tai Andjing!! Laknat!!

Go to hell then give your design to satan..let him judge fuckin' u!! and u know what he say to you?
"Your design is like my fuckin shit!! and your shit is like your fuckin design!!"
WHEN U FINISH WITH UR DESIGN THEN U'LL PROUD, BUT IT'S NOT ABOUT DESIGN..IT'S ABOUT CAPABILITY!! UR ONLY COPYCAT FROM OTHER SHIT HOLE, SO YOUR DESIGN IS NOT LONGER THAN SHIT!! then u say "OMG, my design is like shit...am i shit too?" then i answer "yeaahh!!"

ur design using piracy software, that mean ur design is piracy too. fuck your own design, don't call yourself as a designer if u only can take other design to ur idea!! fuck you andjing!!!

KALIAN MEMANG HEBAT!! TAPI LEBIH HEBAT KALO GA DIPAMERIN!!! sok anjing gelut jeung aing!! aing teu sieun ka maraneh bel..karek bisa design kos kitu oge kaluman!!
VRIJEN ZONDER BETALEN!!! KLOTZAAK JIJ!! KUT!!

Kamu memang hebat pake software graphic, tapi tolong dong jangan pake software bajakan. Percuma kalo desain bagus tapi pake software bajakan alias barang haram. Hasil karyanya juga ga ada nilainya. kelaut aja anjing!! Baru bisa trace pake Corel aja bangga, norax bangke!!kaya udah bagus aja..Banyak yang lebih jago, ade gw juga SMP udah mampu ngebajak Adobe Photoshop ultimate edition. Pake pamer hasil di Friendster segala, padahal karya desain itu ga dinilai dari popularitas. Tapi dari inti dari semua tulisan ini bahwa karya kalian tak bermakna sama sekalian, cuma seperti corat-coret anak kecil alias sampah!!! tau sampah? ya itu muka lo tuh sampah!!!
muka lo tu tai andjing!! busuk dan laknat seperti goresan di desain loe pade...heheheheheh....
norax loe semua!!!

DESAINER LAKNAT!!

Continue Reading...

Saturday, October 21, 2006

Dan akupun tak peduli

Karena merekapun tak peduli, dan aku pun tak peduli, karena mereka tak butuh, dan aku pun tak dibutuhkan, karena mereka tak membutuhkan, dan aku pun tak peduli. Ketika aku bergerak, ketika aku mencoba bangkit, ketika aku mencoba bercahaya, ketika aku mencuat ke permukaan, ketika aku mulai unjuk gigi, ketika aku tak diam dalam lubang stagnasi dan ketika aku menjadi diriku sebenarnya.... mereka MARAH, mereka tak menerima, mereka tak suka, mereka mencaci, mereka mengumpat, mereka meludahi, mereka mencampakkan...dan aku pun tak peduli, karena aku tak peduli, sehingga ketika mereka peduli, maka mulailah aku berdiri dan mengucapkan terima kasih...hanya itu!! dan akupun kembali tak peduli..
Continue Reading...

Saturday, October 14, 2006

Internet Informanten - Brigade M

Zittend voor je scherm met je vingers aan de knoppen
Als je eens begint ben je bijna niet te stoppen
Een diarree aan onzin, laster, leugens enzovoort
Je geeft de vijand namen waar je vaag van hebt gehoord

Je stelt de foute vragen, je tikt zonder te denken
Zelfs een kleine hint kan de vijand info schenken
Maar jij denkt dat je heel wat bent met je nazi-termen
Maar door jou stommiteiten moet een ander zich beschermen

Keerzang: Internet Informanten
erger nog dan infiltranten
De AIVD leest vrolijk mee
en Kafka heeft weer wat te schrijven
Toetsenbord terroristen
slaapkamernationalisten
Maar owee, de beweging leest mee
En je lijk zal spoedig boven drijven

Je mengt je in een ruzie, zonder kennis van de zaak
Je volgt gewoon de grootste bek, net zo’n laffe blaaskaak
En zo ontstaat een bron waar Van Donselaar uit kan putten
Hij verdient zijn geld doordat jij zo loopt te kutten

Negentig procent van wat de staat en links nu weten
wordt op het internet door jullie uit gescheten
maar denk niet dat je veilig bent achter je PC
want elke snipper info lezen wij ook mee

Continue Reading...
 

+dimanaanakku+ Copyleft © 2009 AllFight Deserved | WoodMag is Designed by Ipietoon and Modified by Yafet St. OfGod